'Spot Check' Perlambat Arus Barang Keluar Pabean

Kapanlagi.com - Pengetatan pemeriksaan masuknya barang impor yang dilakukan Tim Pengawasan dan Penyelidikan (P2) Bea Cukai atau spot check sejak beberapa waktu terakhir di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berdampak lambannya arus barang keluar dari kawasan pabean.

Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jatim, Bambang Trisulo, di Surabaya, Sabtu, mengatakan, jika arus barang keluar dari pabean biasanya dua -tiga hari, kini sekitar seminggu.

Dengan kondisi itu, maka cukup merugikan kalangan importir maupun pabrikan karena timbul biaya tambahan seperti demurage, lambannya kecepatan produksi dan juga penjualan.

Menurut dia, arus barang dari kawasan pabean menjadi lamban, tidak seperti sebelum ada pengetatan pemeriksaan. Tim P2 Bea Cukai sebenarnya untuk mengecek kinerja petugas lapangan.

Namun, dalam kenyataannya keberadaan tim tersebut berdampak memperlambat arus keluar barang-barang impor.

Sementara itu, selama semester pertama 2007, impor Jatim mencapai US$2,665 juta, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$2,145 juta.

Sedangkan impor Jatim hingga akhir 2006 mencapai US$12,633 juta. Kenaikan impor tersebut dari sektor industri, utamanya dari China dan Jepang.

Bambang Trisulo menilai, naiknya impor Jatim itu cukup wajar, sebab sebagian besar industri di Jatim masih banyak tergantung terhadap bahan baku impor.

Impor Jatim saat ini memiliki komposisi 70% bahan baku, barang konsumsi sebesar 25% dan barang modal lima% . (kpl/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com