Jepang Bantu Pembangunan Delapan Jembatan di NTB

Kapanlagi.com - Jepang pada tahu 2007 memberikan bantuan pembangunan delapan buah jembatan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat dengan nilai lebih dari Rp50 miliar.

"Pembangunan jembatan yang kini sedang dalam tahap pekerjaan tersebut menghubungkan Sekongkang dengan Lunyuk, di Kabupaten Sumbawa," kata Pelaksana Harian Kadis Kimpraswil NTB, H. Djajadi Sofjan kepada wartawan di Mataram, Sabtu (04/08).

"Pihak Jepang memberikan dalam bentuk barang atau bahan kerangka jembatan, karena pihak Jepang tidak ingin jembatan tersebut diborongkan sehingga mengakibatkan kurang kuat," kata Djajadi yang sehari-hari Kasubdin Bina Marga.

Jembatan yang menghubungkan Sekongkang - Lunyuk tersebut sangat besar manfaatnya, terutama bagi warga transmigran yang dimukimkan di daerah tersebut. Setelah jembatan selesai kini mulai dirintis pembangunan jalan yang nantinya sangat bermanfaat bagi warga trans ketika akan memasarkan hasil buminya.

Selama ini, hasil bumi baik padi, buah dan palawija dijual dengan naik kendaraan ojek sehingga terkadang hasilnya pas-pasan bahkan impas atau sama dengan harga barang dengan ongkos ojek. Memang ada sejumlah pengusaha atau pengumpul yang datang ke lokasi transmigran untuk membeli hasil bumi, namun harganya juga sangat murah.

"Hal seperti itu sangat menyakitkan bagi warga trans, sebab dijual harganya murah kalau tidak dijual rusak," katanya.

Di jalan lingkar Sumbawa termasuk Sekongkang dan Lunyuk terdapat sekitar 40 sungai yang membelah desa yang satu dengan desa lain, semuanya belum memiliki jembatan.

"Kalau musim penghujan tiba maka transportasi putus total, sehingga aktivitas masyarakat terhenti," katanya. Selain memberikan bantuan pembangunan delapan jembatan, Jepang juga membantu pembangunan Bendungan Tanju dan Mila, jaringan irigasi Batujai, Sate dan jaringan irigasi Pandandurisuangi," katanya. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com