Banyak Turis Tak Kebagian Tiket ke Bali

Kapanlagi.com - Daerah tujuan wisata Pulau Bali yang dinobatkan sebagai Pulau terbaik di dunia oleh "Trevel+Leasure", sebuah majalah pariwisata terkemuka di Amerika Serikat berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan mancanegara di daerah ini.

"Banyak wisatawan dari berbagai negara tidak kebagian tempat duduk di pesawat untuk berlibur ke Bali," kata Ketua DPD ASITA Bali Al Purwa, MBA di Denpasar Senin (06/08).

Ia mengatakan, pariwisata Bali secara berangsur-angsur sudah pulih, pasca tragedi bom Bali 2002 dan 2005.

"Kunjungan wisman sudah normal, namun terjadi pergeseran asal pelancong yang berkunjung ke Bali," ujar Al Purwa.

Pasaran utama pariwisata Bali sebelum tragedi bom Bali adalah Eropa, Amerka, Jepang, dan Australia, namun sekarang kebanyakan berasal dari negara-negara di kawasan Asia.

Wisatawan asal Asia lama kunjungannya hanya berkisar empat hari dan tingkat daya belinya yang masih rendah.

Sedangkan negara asal Eropa, Amerika Serikat dan Jepang berkisar 14 hari dengan tingkat pengeluaran rata-rata US$120 per hari.

"Dari jumlah kunjungan wisman sudah baik, namun belum begitu besar pengaruhnya dalam menggerakkan ekonomi Bali," ujar Al Purwa.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Drs I Gede Nurjaya dalam kesempatan terpisah juga mengakui, banyaknya kegiatan konperensi bertaraf internasional yang digelar di Bali hingga akhir tahun 2007 dan tahun 2008 menyebabkan penerbangan asing yang langsung terbang ke Bali kelebihan penumpang.

Penerbangan asing yang langsung ke Bali baru berasal dari tujuh negara, sementara peserta konperensi dan wisatawan yang ingin berlibur ke Pulau Dewata berasal dari hampir semua negara di belahan dunia.

Penerbangan asing yang melayani jalur langsung ke Bali antara lain Singapura, Thailand, Hongkong, Jepang, Taiwan, China dan Australia.

"Bahkan penerbangan langsung dari China ke Bali berdasarkan informasi dari pihak Garuda sudah penuh hingga Agustus mendatang," ujar Nurjaya.

Kunjungan wisman ke Bali selama enam bulan periode Januari-Juni 2007 tercatat 746.319 orang, meningkat 34,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 553.159 orang.

Bali dalam tahun ini diharapkan mampu menggaet 1,5 juta meningkat dari tahun sebelumnya 1,3 juta. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com