Dengan mengutip keteranga sumber pemerintah, CTV pada Sabtu malam menyatakan O`Connor dapat menjadi korban perombakan kabinet mendatang sesudah ia pekan lalu menyatakan Pasukan Keamanan Negara Afganistan dapat bertugas di garis depan dan mengizinkan tentara Kanada memainkan peran mendukung kurang berbahaya di negeri itu secepat-cepatnya tahun mendatang.
Pernyataan itu menyiratkan tanda membingungkan atas masa depan 2.500 tentara Kanada, yang ditempatkan di propinsi Kandahar, Afganistan selatan, yang merupakan jantung perlawanan pejuang Taliban.
Sejak pendudukan pimpinan Amerika Serikat dilancarkan pada Oktober 2001, 66 tentara Kanada sudah tewas di Afganistan, 22 di antaranya pada tahun ini.
Harper hari Kamis menyatakan bermaksud mengubah kabinetnya, tapi tidak merincinya.
Sumber CTV menyatakan perubahan itu bisa terjadi pada pekan tanggal 13 Agustus.
Harper, pendukung peran Kanada di Afganistan, menyatakan pada Juni bahwa tugas tentara itu akan berahir di bawah kesepakatan saat ini dengan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO pada Februari 2009, kecuali parlemen memperpanjangnya.
Tentara Kanada tidak akan meninggalkan Afganistan sebelum Februari 2009, kata Perdana Menteri Stephen Harper hari Kamis, menampik kecaman terhadap tugas tempur itu satu hari setelah ledakan paling mematikan atas pasukan NATO dalam beberapa bulan, yang menewaskan enam tentara Kanada.
"Pemerintah telah sangat menjelaskan mengenai waktu tughas itu," kata Harper kepada wartawan.
"Parlemen telah menyetujui tugas itu hingga Februari 2009. Itu sikap pemerintah. Itulah yang kita berikan kepada sekuku kita serta pria dan wanita tentara kita, yang sangat mengikatkan diri padanya," katanya.
Pada Rabu, enam tentara Kanada dan satu jurubahasa Afganistan tewas sesudah sebuah bom menghancurkan kendaraan mereka sekitar 20 kilometer baratdaya kota Kandahar, kata tentara.
Kematian itu menjadikan 66 jumlah tentara Kanada tewas di Afganistan sejak 2002. Seorang diplomat senior Kanada juga tewas tahun lalu.
Dengan korban bertambah, penentangan pada serangan itu mengeras.
Pemimpin Liberal Stephane Dion hari Rabu mengulangi pernyuataannya, "Kesepakatan itu (di parlemen untuk memperpanjang tugas tersebut) tidak akan ada."
Sementara itu, pemimpin partai Demokrat Baru Jack Layton membarui tuntutan akan percepatan penarikan tentara Kanada dari negara terpoyak perang tersebut. "Kami yakin bahwa dua tahun lagi adalah dua tahun sangat lama. Jika tugas itu salah pada 2009, mengapa tidak juga salah pada 2007," katanya.
Tentara Kanada dikerahkan bersama Pasukan Bantuan Keamanan Antarbangsa (ISAF) berkekuatan 40.000 tentara pimpinan NATO di Kandahar.
Satu bom menghantam kendaraan NATO di Afganistan selatan hari Rabu, menewaskan enam tentara Kanada dan jurubahasa mereka.
"Pada kira-kira pukul 11 pagi, enam tentara Kanada dan satu jurubahasa setempat tewas sesudah kendaraan mereka membentur bom rakitan sekitar 20 kilometer baratdaya kota Kandahar," kata Brigadir Jenderal Tim Grant di Ottawa.
Tidak ada pengakuan bertanggungjawab segera, tapi gerakan Taliban secara tetap melakukan pemboman seperti itu pada tentara asing. (*/cax)