Pengusaha Bali Tak Khawatirkan Larangan Produk Makanan Masuk China
Kapanlagi.com - Pengusaha di Bali tidak mengkhawatirkan adanya perang saling larang masuk produk impor antara Indonesia dan China, terutama terhadap produk minuman, makanan jenis biskuit yang mengandung sejumlah zat bahan pengawet. "Eksportir Pulau Dewata tidak terlalu banyak memperdagangkan produk minuman maupun aneka jenis makanan dalam kemasan kaleng ke China," kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Senin. Ia melontarkan hal itu menjawab pertanyaan atas adanya upaya China melarang masuk produk minuman dan makanan jenis biskuit asal Indonesia, setelah diketahui mengandung zat mengandung racun dan penyakit yang disebabkan hama. Bali selama ini hanya memperdagangkan aneka barang kerajinan bernilai seni ke China, di samping buah-buahan, ikan tuna segar maupun yang sudah dibekukan serta ikan hias hidup dalam jumlah tidak terlalu banyak. Perolehan devisa dari komoditas nonmigas Bali ke China Januari-Juni 2007 tercatat bernilai, US$672.900 , atas perjualan antara lain buah-buahan sebanyak 823 ton, tuna 883 kg, ikan hias hidup 1.800 kg dan aneka kerajinan. China melakukan tindakan balasan terhadap komoditi RI, sehubungan pemerintah Indonesia menemukan sejumlah produk China yang mengandung bahan beracun seperti formalin pada makanan dan zat kimia berbahaya pada mainan. Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Kadin meminta pemerintah bertindak tegas terhadap produk China yang berbahaya dan produk lain yang masuk secara menyelundup. di Bali ditemukan juga permen buatan China mengandung formalin. (*/rsd) |