< >

Produk Batik Non Kain Peluang Baru Perajin Yogyakarta

Senin, 06 Agustus 2007 19:06
Kapanlagi.com - Produk batik di luar kain seperti yang kini banyak digunakan sebagai motif kerajinan kayu, kulit, gerabah serta berbagai jenis hiasan dinding, menjadi peluang baru bagi para perajin Yogyakarta dalam mengembangkan usaha.

"Terobosan penggunaan motif batik untuk produk kerajinan di luar produk kain maupun busana, semata-mata untuk memenuhi selera pasar dan konsumen," kata Wakil Ketua bidang III Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wahyuntono, Senin.

Kata dia, batik yang semula hanya untuk produk pakaian atau busana, sekarang bisa digunakan sebagai sentuhan atau pelengkap produk kerajinan lain. "Ini peluang bagi perajin untuk mengembangkan potensi sekaligus mengangkat citra batik Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan batik sebagai salah satu aset penting bagi Yogyakarta saat ini mengalami banyak perkembangan, baik wujud, desain maupun kegunaannya.

Batik di Yogyakarta telah berkembang pesat, dan saat ini ada sekitar 400 motif batik khas Yogyakarta yang terdiri motif batik klasik dan motif batik modern.

Menurut Wahyuntono, dulu batik hanya berupa produk kain yang digunakan pada acara adat tertentu, sehingga keberadaan batik saat itu kurang dikenal karena pemakainya pun hanya kalangan terbatas.

Seiring dengan perkembangan zaman, batik telah mengalami banyak kemajuan dan dikenal masyarakat luas. "Popularitas batik karena sering dipromosikan melalui pameran baik di dalam maupun luar negeri, sehingga sekarang batik dipakai oleh kalangan yang lebih luas," kata dia.

Mengomentari keberadaan batik Yogyakarta di tengah semakin kuatnya arus produk batik dari luar daerah yang masuk ke pasaran Yogyakarta, ia mengatakan batik Yogyakarta ternyata mampu bertahan.

Untuk itu, Dekranasda DIY ikut membantu memperkenalkan produk batik Yogyakarta ke luar daerah melalui berbagai pameran.

Melalui cara tersebut, kata dia, masyarakat luar daerah akan lebih mengenal batik Yogyakarta tidak hanya dari sisi corak maupun wujudnya, tetapi juga filosofinya.

"Banyak motif batik Yogyakarta yang sudah dikenal masyarakat luas di luar daerah, di antaranya motif ceplok, parang dan lereng," katanya. (*/rsd)