"Pinjaman bergulir yang disalurkan kepada 13 mitra binaan itu merupakan total dari dana yang disediakan sebesar Rp460 juta," kata Humas Kandatel Pekalongan, Agus Suhartanto, di Semarang, Selasa (07/08).
Menurut dia, mitra binaan yang mendapat pinjaman bergulir berasal dari Slawi sebanyak 7 mitra binaan dengan pinjaman Rp140 juta, Brebes (3 mitra binaan) Rp80 juta, Pemalang (2 mitra binaan Rp30 juta, dan Batang (1 mitra binaan) Rp20 juta.
Ia mengakui, kucuran dana untuk program kemitraan PUKK setiap triwulan mengalami kenaikan cukup signifikan sehingga diharapkan mampu membantu permodalan koperasi dan usaha kecil mengembangkan usahanya.
"Bunga pinjaman program kemitraan yang sifatnya bergulir ini sangat rendah sekali sehingga tak akan memberatkan mitra binaan untuk mengembalikan pinjaman tepat waktu agar dapat digulirkan kepada mitra binaan lain," katanya.
Dia mengatakan, kucuran dana pinjaman ini merupakan bentuk kepedulian PT Telkom terhadap pembinaan usaha kecil dan koperasi karena mereka merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia.
"Koperasi dan usaha kecil perlu dibantu agar bisa berkembang karena keberadaan mereka ketika krisis moneter sudah teruji. Mereka tak terimbas adanya krisis moneter. Bahkan malah bisa eksis dan berkembang," katanya.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada mitra binaan yang telah mendapat kucuran dana agar bisa mengembalikan tepat waktu karena koperasi dan usaha kecil yang lain banyak menunggu giliran untuk mendapatkan pinjaman. (*/rit)