Judy Cheng Hopkins, wakil komisaris PBB untuk pengungsi, mengatakan dalam kunjungan ke Iran, republik Islam itu telah mengusir sekitar 160.000 pengungsi Afghanistan yang tak terdaftar sejak 21 April.
Wakil UNHCR di Kabul Salvatore Lombardo mengatakan pada 5 Juli dua bulan lalu bahwa Iran telah memulangkan sekitar 100.000 warga Afghanistan tanpa dokumen tempat kediaman dalam tindakan tegas itu.
Bagaimanapun Cheng Hopkins menekankan bahwa cepat dan caranya pendeportasian itu sekarang jauh lebih halus ketimbang pada April, ketika Iran dikecam keras karena mengusir ribuan pengungsi Afghanistan hanya dalam beberapa hari.
"Sejak waktu ketika kami menyampaikan keprihatinan, jumlahnya telah dikurangi secara drastis," ia mengatakan pada wartawan di Teheran.
Mendagri Mostafa Pour Mohammadi mengatakan Iran ingin mengusir sekitar satu juta warga Afghanistan yang tak terdaftar pada Maret 2008. Bagaimanapun Cheng Hopkins mengatakan jumlah seperti itu tidak disebutkan dalam pertemuannya dengan para pejabat Iran.
UNHCR telah membantu memulangkan ratusan ribu pengungsi Afghanistan dari Iran pada beberapa tahun terakhir ini berkoordinasi dengan Kabul dan Teheran. Bagaimanapun program itu hanya minta pada pengungsi Afghanistan dokumen yang lebih baik.
Diperkirakan ada sekitar 910.000 pengungsi Afghanistan yang terdaftar yang kini tinggal di Iran. Bagaimanapun ada sedikitnya satu juta lebih pengungsi Afghanistan lainnya yang tidak memiliki dokumen dan orang-orang itu yang menjadi sasaran dari tindakan tegas tersebut.
Jean Claude Forget, wakil kepala misi UNHCR di Teheran, mengatakan bahwa pada tahap awal operasi badan tersebut telah mengirim sepucuk surat pada pemerintah Iran untuk menyampaikan kekhawatiran mengenai "kesalahan" oleh pasukan keamanan.
"Namun kami berterima kasih pada pihak berwenang karena kekhawatiran kami tidak lagi disebut oleh orang-orang yang dipulangkan yang tiba di sisi lain perbatasan."
Cheng Hopkins mengatakan ia sekarang ingi melihat pemerintah Iran membolehkan pemeriksaan acak oleh staf UNHCR mengenai orang-orang yang dipulangkan itu untuk menjamin tidak ada warga Afghanistan dengan dokumen tempat tinggal yang sah diusir.
"Kami mengharapkan untuk membujuk pemerintah agar melakukan hal itu (pengusiran) dengan cara yang lebih bertahap dan meyakinkan bahwa mereka yang memiliki dokumen tidak akan dikejar dalam ketergesa-gesaan itu," katanya.
Jutaan orang Afghanistan, kebanyakan orang Hazara Syiah atau Persi Sunni yang berbicara bahasa Tajik, telah lari mencari keamanan di Iran karena perang yang telah menghancurkan negara mereka dari serbuan Soviet hingga Taliban. Pada pucnaknya, Iran menampung sekitar 4 juta pengungsi Afghanistan.
Cheng Hopkins mengakui bahwa pemulangan 3 juta pengungsi Afghanistan yang terdaftar yang masih ada di Iran dan tetangganya Pakistan merupakan tantangan besar, ketika jumlah orang kembali sekarang menurun ke "tingkat tak berarti".
Pada 2004, 377.564 pengungsi terdaftar Afghanistan meninggalkan Iran dengan bantuan UNHCR tapi sejauh ini hanya 4.449 pengungsi yang melakukannya.
“Orang-orang itu masih tidak yakin apakah mereka ingin pulang. Semua orang yang yakin telah pergi...Sekarang masalahnya adalah kebijakan apa yang harus kami bicarakan dengan pemerintah", katanya. (*/rsd)