Kapolres Tanjungpinang AKBP Imam Widodo, Selasa mengatakan, telah resmi menyerahkan proses hukum PT Kabasco kepada Polda Jateng.
Penyerahan itu dengan pertimbangan Jateng merupakan locus delicti (tempat delik) penipuan Yulia terhadap 18 calon TKW yang 13 di antaranya berasal dari Jateng, dan lima lainnya dari Jatim serta Lampung.
Sebelumnya, Imam di ruang kerjanya bertemu dengan Kasat I Ditreskrim Polda Jateng AKBP Nelson P Purba dan Yulia.
Imam menjelaskan, hari Selasa, Yulia dan para korban dibawa ke Polda Jateng didampingi tim Ditreskrim Polda Jateng, Winarno Kasubag Monitor dan Evaluasi Biro Pemberdayaan Perempuan (PP) Pemprov Jateng, Edi Kasubag Pengawasan Disnaker Pemprov Jateng, dan dua staf Shelter Engku Putri Provinsi Kepri.
Dalam pelaksanaannya, para korban diberangkatkan bersama anggota Ditreskrim Polda Jateng yang berjumlah tiga orang, Winarno, Edi dan dua staf Shelter Engku Putri Provinsi Kepri melalui pelabuhan domestik Sri Bintan Pura Tanjungpinang sekitar pukul 10.30 WIB.
Pada saat itu, Nelson dan Yulia masih berada di ruang AKBP Imam, namun sampai sore keberadaan Nelson dan Yulia belum diketahui lagi oleh wartawan.
"Saya tak tahu masalah itu. Yang jelas Polres Tanjungpinang sudah menyerahkan proses hukum kepada Polda Jateng," kata Imam.
Pimpinan Shelter Engku Putri Provinsi Kepri Lellyta mengatakan, berdasarkan instruksi Biro PP Pemprov Kepri, seluruh korban trafficking dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditampung di Shelter Engku Putri dibawa ke Shelter Pemprov Jateng.
Jumlahnya sebanyak 22 orang.Biaya pemulangan para korban dan pendampingnya ditanggung APBD Provinsi Kepri.
"Sebanyak 19 orang calon TKW kategori korban trafficking, dua orang kategori KDRT dan seorang lagi putra dari Sachaeva calon TKW asal Jateng yang direkrut PT Kabasco cabang Tanjungpinang," ujar Lellyta.
Winarno Kasubag Monitor dan Evaluasi Biro PP Pemprov Jateng mengatakan, seluruh korban akan dibawa ke Shelter Biro PP Pemprov Jateng. Kemudian yang dari luar Jateng akan diserahkan kepada Departemen Sosial Pusat.
"Sebanyak 13 orang korban berasal dari Jateng. Selebihnya berasal dari Jatim dan Lampung," jelasnya. (*/rsd)