Direktur Utama PT Semen Gresik, Ir Dwi Sutjipto kepada wartawan di Surabaya, Rabu, mengatakan, untuk tahun pertama 2007 ini, kapasitas produksi baru ditingkatkan sekitar 200 ribu ton, sehingga sampai akhir tahun total produksi diperkirakan mencapai 17,1 juta ton.
"Pertimbangan kami, kebutuhan semen dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan akan terus meningkat, sehingga kami perlu mengantisipasi dengan meningkatkan kapasitas produksi," ucapnya usai peluncuran buku Apresiasi 50 tahun Semen Gresik.
Pada 2006 lalu, total produksi Semen Gresik Grup --termasuk PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa-- mencapai 16,9 juta ton. Dengan tambahan 1,5 juta ton maka pada 2009 produksi menjadi 18,4 juta ton.
Sekitar 90 persen lebih produksi Semen Gresik untuk memenuhi pasar dalam negeri dan sisanya diekspor. "Pangsa pasar kami saat ini sekitar 46,9% dan itu akan terus kami pertahankan," tambah Dwi Sutjipto.
Seiring meningkatnya kebutuhan semen dalam negeri, kemungkinan besar ekspor akan diturunkan. Tapi semuanya tentu sangat tergantung pada pertumbuhan ekonomi dan realisasi proyek-proyek infrastruktur, paparnya.
Dwi Sutjipto menambahkan, hingga semester pertama 2007, penjualan Semen Gresik tumbuh sekitar 7,9% dibanding periode sama 2006.
Mengenai pembangunan pabrik baru, Dwi memastikan pabrik berkapasitas 5,5 juta ton itu akan mulai beroperasi pada 2011 mendatang.
"Soal lokasi, kami belum bisa ungkapkan. Tapi yang jelas, lokasi pabrik baru dekat dengan pasar semen kita dan kebutuhan bahan bakunya sangat mendukung," imbuhnya.
Investasi pembangunan pabrik baru itu sekitar US$640 juta lebih, dimana 60 hingga 70% dana itu berasal dari pinjaman. (*/rsd)