< >

Kapolri Harus Mawas Diri Soal Kekalahan Polisi Dalam Pilkada

Kamis, 09 Agustus 2007 13:38
Kapanlagi.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta Kapolri Jenderal Pol Sutanto untuk melakukan mawas diri terkait kekalahan sejumlah perwira polisi dalam pilkada, karena hal itu cermin masih buruknya citra polisi di mata masyarakat.

"Polri belum mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sehingga mayoritas masyarakat enggan memilih pemimpin yang berlatar belakang seorang polisi," kata Pane di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, Sutanto harus membenahi dan membersihkan institusi kepolisian dari perilaku tidak perpuji yang selama ini masih terjadi seperti pungli, korupsi dan jual beli kasus.

"Bayangkan, ada delapan perwira polisi maju dalam pilkada tapi semuanya kalah telak karena dapat nomor paling bontot. Bahkan, di Jawa Timur, ada yang baru maju di tingkat konvensi partai dan kalah telak," katanya menegaskan.

Ditanya soal kekalahan mantan Wakapolri Adang Daradjatun di Pilkada DKI Jakarta, Pane mengatakan, kendati Adang kalah tapi tidak setelak perwira polisi yang lain.

"Adang masih mendingan kalahnya. Tapi tetap saja di nomor bontot karena kandidatnya kan cuma dua. Otomatis, yang kalah dengan nomor bontot," katanya.

Ia menilai, perwira polisi seharus memiliki kesempatan lebih banyak dalam membangun kepercayaan dari masyarakat sebab selalu bersentuhan dengan masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

"Konsep polisi dekat dengan masyarakat yang selama ini dilontarkan Polri seharusnya menjadi bahan untuk membangun kepercayaan dari masyarakat," katanya.

Kalau kepercayaan dari masyarakat tumbuh, maka masyarakat juga akan memilih polisi dalam pilkada dan tidak alergi dengan calon kepala daerah yang berlatar belakang polisi.

"Kalau sudah mendapatkan kepercayaan, seorang polisi tidak perlu mencalonkan tapi malah dicalonkan dari masyarakat, apalagi, dengan terbukanya calon independen nantinya," katanya menegaskan.

Pane mengaku pesimis dengan beberapa perwira polisi yang dalam waktu dekat ini akan maju dalam pilkada karena reputasi mereka tidak lebih baik dari mereka yang telah bertarung dalam Pilkda sebelumnya.

"Ada setidaknya lima perwira polisi yang akan maju dalam Pilkada tahun 2008 dan 2009 ini. Saya yakin, mereka akan kalah juga," katanya.

Polisi yang akan maju dalam Pilkada itu ada di NTB, Jawa Tengah, Bali, Lampung dan Sumatera Utara. Bahkan, ada dua perwira polisi akan berhadapan dalam pemilihan gubernur di Sumatera Utara karena berasal dari dua partai berbeda. (*/cax)