< >

HIPMI: Hadapi Cina, Tingkatkan Kualitas Produk Dalam Negeri

Jum'at, 10 Agustus 2007 17:29
Kapanlagi.com - Menghadapi era globalisasi masuknya produk Cina ke Indonesia tidak ditanggapi secara konteksional, melainkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di pasaran.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Sandiago S Uno, di Sanur, Jumat mengatakan, kehadiran produk luar negeri harus disikapi melalui peningkatan kualitas produk dalam negeri sehingga mampu bersaing dan bisa memenangkannya.

"Kita juga tidak bisa gegabah mengklaim produk Cina kualitasnya jelek atau mengandung zat berbahaya, terutama pada produk makanannya. Dengan adanya reaksi terhadap produk makanan itu, akibatnya produk kelautan kita juga dilarang masuk ke negara Cina," jelasnya.

Ia mengatakan, jangan itu ditanggapi sebagai perang perdagangan dan memproteksi barang impor Cina, karena itu harus ditanggapi secara esensi. Karena hasil produksi nasional, sasaran ekspor perdagangan yang terbesar salah satunya ke Cina.

"Cina salah satu pangsa pasar dari ekspor produk Indonesia, karena itu larangan produk Indonesia tersebut semata-mata politik balas dendam, sebab sejumlah produk makanan dan kosmetiknya di klaim mengandung zat berbahaya untuk kesehatan tubuh," ucapnya.

Sandiago meminta, kepada anggota Hipmi dapat menanggapi permasalahan yang tengah merebak di masyarakat seperti kasus produk dari Cina.

"Jika tidak dapat memilah-milah permasalahan dan menanggapi persoalan tersebut sebagai perang dagang, maka peluang untuk masuk ke Cina akan terhambat," ucapnya.

Karena itu organisasi Hipmi memerlukan suatu kajian yang jelas, sehingga dapat meningkatkan pengelolaannya yang profesional dengan memberikan pelatihan kepada anggota, untuk meningkatkan skala usahanya dan dapat mengakses permodalan yang diperlukan. (*/rit)