< >

Hujan, Produksi Garam di Sumenep Terpengaruh

Sabtu, 11 Agustus 2007 11:13
Kapanlagi.com - Hujan yang masih terus mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ternyata berpengaruh terhadap produksi garam tahun 2007 ini.

Direktur Produksi PT Garam Kalianget, Thohir Mustajab, Sabtu, di Sumenep, mengemukakan, hujan yang masih terjadi selama ini sangat berpengaruh kepada lahan yang sudah terisi air laut. Sebab, melarutkan kembali kristal garam akan mencair kembali ketika ada air tawar masuk.

"Untuk memulihkan kembali air garam itu perlu waktu penguapan air tawar. Dalam sehari lima milimeter," ujar Thohir.

Jika terjadi hujan sampai 50 milimeter, kata dia, maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadikan kristal kembali dan hal ini berhubungan erat dengan cuaca, belum diketahui kerugian petani garam akibat hujan tersebut.

Saat ini harga garam kualitas satu (kw1) Rp200/kg, kw2 Rp150/kg, dan kw3 Rp80/kg.

"Untuk produksi garam Sumenep mayoritas kualitas di atas kw1, sehingga harganya juga di atas Rp200 per kg," ujarnya.

Sementara, petani garam yang tergabung dalam Paguyuban Petani Garam Rakyat Sumenep (PERRAS) mengakui jika pada tahun ini petani dirugikan dengan cuaca yang tidak mendukung.

"Saat ini masih sering mendung dan kadang gerimis. Akibatnya, garam sulit panen,"ujar Sekretaris PERRAS, Syaiful Rahman.

Selain itu, kata dia, Menteri Perdagangan perlu merevisi kebijakan tentang penetapan harga garam rakyat. Sebab, harga garam rakyat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan tertanggal 30 September 2005 sangat tidak profesional dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Dalam peraturan 30 Juli 2005 lalu itu, harga garam rakyat kualitas/K-1 Rp200.000 per ton. Kualitas/K-2 Rp150.000 per ton dan K-3 Rp80.000 per ton.

"Harga itu sudah tidak sesuai dengan kondisi riil, mengingat harga kebutuhan pokok naik yang dipicu kenaikan harga BBM pada awal Oktober 2005 lalu," paparnya.

Ia mengatakan, harga garam rakyat tahun ini seharusnya Rp295.000 per ton untuk K-1. Kemudian Rp200.000 untuk K-2 dan Rp15.000 untuk K-3. (*/rit)