< >

Produksi Garam di Sumenep Turun 30 Ribu Ton

Minggu, 12 Agustus 2007 11:28
Kapanlagi.com - Produksi garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur turun 30.000 ton dari tahun 2006 lalu yang mampu mencapai 170.000 ton.

"Pada musim panen garam tahun ini diprediksi hanya berkisar 140.000 ton. jadi, ada penurunan dibanding tahun sebelumnya," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Penanaman Modal, Sumenep, Budi Dadik, Minggu, di Sumenep.

Penurunan itu kata dia, akibat cuaca yang tidak menentu, cuaca tahun ini yang dikenal dengan kemarau basah sangat berpengaruh pada produksi garam baik kuantitas maupun kualitas.

Namun demikian, kata dia, bukan berarti tidak ada garam kualitas 1 (Kw1), tapi petani harus benar-benar mengeluarkan tenaga ekstra guna memproduksi garam berkualitas bagus tersebut.

Ia mengemukakan, jika cuaca bagus dari luas 1.500 lahan pegaraman rakyat mampu menopang kehidupan petani garam setiap tahun, khususnya di Kalianget, sebagian Kecamatan Saronggi dan Bluto.

"Itu terbukti dengan tingginya harga garam tahun 2006 petani banyak yang taraf ekonominya membaik," paparnya.

Sedangkan harga garam tahun ini, katanya, belum ada keputusan dari menteri perdagangan. "Kita juga masih menunggu berapa harga garam tahun ini," tuturnya.

Selama memasuki bulan Agustus, ucap dia, sudah ada yang panen namun relatif kecil dan diprediksi bakal panen akbar awal bulan September mendatang.

Sementara, Ketua Kelompok petani garam Karya Makmur, Mukhlis, asal Desa Kertasada Kalianget, Sumenep, mengemukakan, harga garam pada awal musim tahun ini dipatok Rp110.000 per ton. Harga tersebut jauh lebih murah dari tahun 2006 lau yang mencapai Rp200.000 lebih per ton.

"Bahkan, tahun 2006 lalu ada yang mencapai Rp300.000 per ton," tuturnya. (*/rit)


BERITA TERKAIT