Harper, yang mengeluarkan pengumuman itu dalam 'kunjungan kedaulatan Kutub Utara'-nya dan menyatakan akan mengubah gedung-gedung pemerintah di Teluk Resolute Kanada menjadi satu pusat pelatihan militer Kutub Utara, meningkatkan jumlah pasukan cadangan di daerah itu dari 900 menjadi 5.000 personel.
Ia dalam kesempatan itu juga mengumumkan rencana-rencana pembangunan sebuah pelabuhan laut dan stasiun kapal tangki untuk kapal-kapal di Nanisivik, provinsi Nunavut, di jalan masuk timur Lintas Barat Laut, yang karena temperatur meningkat di daerah sekitar Kutub Utara dapat merupakan satu hubungan antara Atlantik di timur dan Pasifik di barat.
Kanada menganggap Lintasan Barat Laut itu adalah perairan dalam negeri dan mengklaim kedaulatan atas jalur air itu. Perairan itu juga diklaim oleh negara-negara lain termasuk AS dan Rusia.
Tindakan Harper itu menyusul klaim-klaim Rusia atas daerah sekitar Kutub Utara itu pekan lalu di mana satu penyelaman riset menancapkan sebuah bendera Rusia di dasar Samudera Kutub Utara itu.
Kanada selalu menganggap diri mereka wali yang sah atas wilayah utara itu, sebagai yang dikemukakan oleh menlu (waktu itu) Joe Clark tahun 1985. (*/bun)