< >

Menteri Perminyakan Iran Dicopot, Penggantinya Diangkat

Senin, 13 Agustus 2007 11:53
Kapanlagi.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengganti Menteri Perminyakannya Kazem Vaziri-Hamaneh, Ahad, tindakan yang dipandang sebagian pengulas sebagai upaya guna memperkuat pengawasannya atas industri yang menjadi sumber sebagian besar pemasukan Iran.

Kantor berita Iran, yang menyiarkan surat dari Presiden tersebut yang mengumumkan tindakan itu, tak menyebutkan alasan bagi pencopotan tersebut tapi mewartawakan Kepala National Iranian Oil Company (NIOC), milik pemerintah, Gholamhossein Nozari, akan menjadi menteri sementara.

Seorang pejabat perminyakan mengatakan tindakan semacam itu tampaknya takkan menandai perubahan dalam kebijakan Iran mengenai masalah OPEC tapi dapat mengumandangkan pencopotan oleh Presiden dalam jajaran managemen sektor negara yang telah ditentang oleh Vaziri-Hamaneh.

"Saya mengucapkan terima kasih atas pekerjaan anda selama memangku jabatan menteri," demikian antara lain isi surat Presiden kepada Vaziri-Hamaneh sebagaimana dikutip kantor berita Iran, ISNA.

Vaziri-Hamaneh, katanya, akan menjadi penasehat presiden urusan energi di negara penghasil minyak terbesar keempat di dunia itu, yang memperoleh lebih dari 50 miliar dolar AS dari eksport minyak mentahnya pada tahun ini sampai Maret, dan negeri tersebut memperoleh durian runtuh dari harga yang melonjak.

Kementerian itu, selama berada di bawah tanggung jawab Vaziri-Hamaneh, belum lama ini telah dikecam oleh seorang mantan wakil menteri karena mencapai kesepakatan untuk menjual gas ke India dan Pakistan, melalui saluran, pada apa yang dikatakan mantan wakil menteri tersebut sebagai angka yang sangat tak diperhitungkan.

Seorang pejabat perminyakan mengatakan kecaman itu mungkin sebagian menjadi alasan tindakan untuk mengganti menteri tersebut di produsen nomor 2 di dalam Organisasi Negara Pengeksport Minyak (OPEC).

"Tetapi itu bukan masalah utamanya," katanya. "Setiap orang mengetahui bahwa Vaziri-Hamaneh bukan calon yang diingini Ahmadinejad."

Parlemen Iran menolak tiga calon yang diajukan Ahmadinejad untuk mengisi jabatan menteri perminyakan setelah ia memangku jabatan pada 2005.

Anggota parlemen mengeluh semua calon itu kurang memiliki pengalaman di dalam industri tersebut, sebelum Vaziri-Hamaneh, seorang teknokrat, diterima.

Mafia perminyakan

Desas-desus telah beredar di kalangan media tahun ini bahwa Vaziri-Hamaneh akan diganti tapi menteri itu dan pejabat lain telah berkeras membantah semua itu.

Spekulasi telah terpusat pada penentangan Vaziri-Hamaneh terhadap rencana Presiden bagi pembersihan jajaran managemen di industri perminyakan, seperti perubahan yang dilakukan Ahmadinejad di lembaga resmi lain sejak ia memangku jabatan dengan janji akan menghapuskan korupsi.

Selama kampanye pemilihan umum, Ahmadinejad berjanji akan menangani "mafia perminyakan" di sektor energi yang didominasi oleh pemerintah Iran.

Pejabat perminyakan tersebut mengatakan kebijakan ke arah OPEC tampaknya takkan berubah. Vaziri-Hamaneh, seperti juga menteri lain OPEC, telah berkeras harga minyak yang tinggi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan minyak mentah tapi lebih disebabkan oleh masalah lain, seperti kurangnya kemampuan pengilangan.

Para menteri OPEC direncanakan bertemu lagi 11 September.

"Yang dapat berubah jika Nozari memegang kendali ialah banyak pejabat yang sebelumnya dipertahankan oleh Vaziri-Hamaneh akan diganti," kata pejabat itu. (*/cax)