
"Ajang Miss World, satu peluang cukup besar mempromosikan Indonesia khususnya Sumbar, karena potensi bahari di Minangkabau ini sangat luar biasa dan perlu dikembangkan," kata Kamidia Radisti, di Padang Selasa.
Disti, demikian panggilan sehari-harinya berada di Padang dalam rangkaian FIPOB 2007 mengikuti sejumlah acara, di antaranya temu ramah tamah dengan Ny. Gubernur Sumbar Vita Gamawan Fauzi, Uda serta Uni sejumlah kabupaten dan kota se-Sumbar, Senin malam, dan pada Selasa ini mengunjungi Kepulauan Mentawai.
Dalam temu ramah tamah - Disti didampingi Runner Up Miss Indonesia 2007 Verna Galdies Merry Ingkiriwang - juga berdialog dan 'berbagi pengalaman' pada duta daerah dan bangsa itu. Kamidia Radisti dinobatkan sebagai Miss Indonesia 2007 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/7) 2007.
Mantan atlet renang asal Jawa Barat ini berhasil menyisihkan 32 finalis lainnya dari seluruh propinsi di Indonesia. Misi bahari (renang) mendorong Disti penuh percaya diri tampil hingga meraih prestasi membanggakan itu, sehingga hatinya pun tergelitik ingin mempromosikan Kepulauan Mentawai ke turis mancanegera.
"Ombak Mentawai sudah dikenal turis mancanegara, anehnya masyarakat Indonesia sendiri belum banyak yang mengetahuinya," kata Disti mengaku juga belum pernah melihat Kepulauan Mentawai itu.
Disti kagum terkait kompetisi berselancar kelas dunia sudah dua kali digelar di Kepulauan yang memiliki ombak yang indah dan menarik itu, namun sangat disayangkan belum populer di Indonesia. "Duta bangsa berperan penting mempromosikannya hingga mempertahankan keyakinan potensi itu milik bangsa, jangan sampai muncul lagi pemberian nama ombak Mentawai asal Australia," katanya prihatin.
Disti juga bertekad memberi perhatian khusus guna mengembangkan potensi luar biasa dan menekankan daerah perlu membuka kompetisi internasional, guna mendongkrak pendapatan rakyat di sektor pariwisata. Dalam dialog, Disti juga mengungkapkan ia siap mengikuti kompetisi Miss World 2007 di Cina, dan akan mencari solusi terkait bakal munculnya pro dan kontra atas uji penampilan berpakaian di Negeri Tirai Bambu itu.
"Ini pilihan hidup ketika tim juri menyuruh berpose di hadapan publik dengan berpakaian renang. Memang tidak nyaman berpakaian renang, sedangkan kondisinya tidak sedang berenang," katanya.
Ia mengatakan dirinya harus berani melangkah dan perlu sedikit pengorbanan, namun tetap mengupayakan mencari solusinya, mungkin pakaian renang akan diberi modifikasi sehingga tidak terlalu kelihatan vulgar yang diindikasi bertentangan pola hidup ketimuran masyarakat Indonesia. (*/erl)
Lihat Profil: Kamidia Radisti