Ditetapkannya Poltim sebagai pelabuhan kontainer, selain karena sangat strategis untuk keluar masuknya perdagangan ekonomi antarpulau juga kedalaman lautnya rata-rata mencapai 17-25 meter. Sehingga kapal-kapal yang berbobot besar bisa langsung sandar di pelabuhan itu, katanya.
Untuk mendukung pembangunan pelabuhan itu, Pemkab Bombana sudah memberi kepercayaan salah satu perusahaan swasta nasional yang akan memulai pembangunaan pada awal 2008.
Ia tidak menyebut besarnya investasi dan nama perusahaan yang akan membangun pelabuhan tersebut, namun perusahaan swasta itu sudah beberapa kali melakukan penelitian dan survei ke wilayah itu.
Dengan hadirnya pelabuhan kontainer di Poltim itu diharapkan akan berdampak positif bagi kabupaten Bombana sebagai daerah segi tiga kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet) antara Kabupaten Buton, Konsel dan Kolaka.
Selain itu arus transportasi bongkar muat barang yang masuk dari Surabaya dan Makassar menuju Kota Kendari dan Baubau, tentu akan mengalihkan sebagian muatannya ke pelabuhan itu karena lebih ekonomis dan sangat dekat dengan beberapa wilayah kabupaten di Sultra seperti Buton, Konsel, Kolaka dan Konawe.
Wakil Bupati Bombana, Subhan Tambera, SE mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Poltim sudah masuk dalam skala prioritas.
Diharapkan dengan hadirnya pelabuhan baru, aktivitas di bidang transportasi laut akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah itu khususnya dan Sultra pada umumnya, katanya.
Rencana dan desain pembangunan pelabuhan itu melalui dana APBD dan APBN yang nilainya diperkirakan puluhan miliar rupiah, sudah disetujui eksekutif dan legislatif. (*/rit)