"Akan ada tim ke Cina untuk membahas ini secara teknis mengenai aquatic product, rencananya antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kita dengan BPOM sana," kata Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu di sela penyerahan Annual Report Awards 2006 di Jakarta, Selasa.
Menurut Mari, akan ada pembicaraan dan pertukaran informasi antara tim teknis dari kedua negara yang dijadwalkan terlaksana dalam satu hingga dua minggu ke depan.
"Karena ini menyangkut masalah teknis maka yang harus terjadi adalah pertukaran informasi dan saling memahami masalahnya serta mencari jalan keluarnya," kata Mari.
Komunikasi dan pertukaran informasi, jelasnya, merupakan langkah pertama yang harus dilakukan untuk mencari jalan keluar mengatasi masalah perdagangan kedua negara.
"Jadi pertama yang dilakukan adalah pertukaran informasi dan disepakati jalan keluarnya yang komprehensif," katanya.
Beberapa waktu lalu BPOM Indonesia menemukan adanya kandungan formalin pada produk makanan di Indonesia yang diimpor dari Cina. Temuan itu menyebabkan turunnya impor produk makanan Indonesia dari negara itu.
Tidak lama setelah kasus itu, pihak Cina mengumumkan pelarangan masuknya aquatic produk (terutama seafood) dari Indonesia karena diduga mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. (*/rit)