Addie MS Tampilkan Seni Tradisi-Modern Lewat 'Konser Kemerdekaan'

Kapanlagi.com - Sejumlah musisi dan seniman akan tampil bersama dalam Konser Kemerdekaan 'Merah Semangatku, Putih Jiwaku' di Jakarta, Minggu (19/8), dengan pendukung utama Addie MS dan grup simfoni Twilite Orchestra.

"Konser ini merupakan konsep baru yang menggabungkan elemen tradisional dan klasik dengan sentuhan modern. Semuanya akan dikemas dalam sebuah tampilan yang kreatif dan inovatif," ujar Addie dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (14/8).

Ia mengungkapkan konser yang didukung Titi DJ, Cornelia Agatha, Nidji, dan koreografer tari Sentot Sudiharto ini akan mengkolaborasikan antara orkes simfoni dengan tari kolosal, pembacaan puisi, paduan suara, dan lagu solo, serta grup band dalam satu panggung.

"Perpaduan itu dikemas dalam tema kebangsaan dan perjuangan," ujar suami penyanyi Memes ini.

Dalam acara yang digagas oleh PT HM Sampoerna Tbk. ini maestro seni tari Sentot Sudiarto akan menghadirkan 50 penari yang membawakan tarian kolosal, Cornelia Agatha akan membaca puisi, dan Titi DJ mempersembahkan lagu-lagu kebangsaan.

Lia, sapaan akrab Cornelia Agatha, yang selama ini akrab dengan panggung teater dan puisi mengungkapkan telah memilih membawakan puisi ciptaan B Irawan berjudul 'Di manakah Kita?'.

"Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ini aku ingin mempersembahkan talenta yang kumiliki untuk bangsa dan masyarakat," katanya.

Lia mengatakan memilih puisi itu karena makna di dalamnya sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

"Puisinya tentang realita Indonesia sekarang, mempertanyakan di mana kita sesungguhnya saat ini berada dan akan dibawa ke mana negeri ini di masa yang akan datang," ujar Lia.

Sementara itu Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk, Niken Rachmad, mengatakan, konser kemerdekaan ini dimaksudkan untuk memberi hiburan yang berkualitas kepada masyarakat tanpa dipungut biaya.

"Melalui konser ini kami juga berharap dapat membangkitkan semangat kebangsaan, meningkatkan apresiasi, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap karya seni Indonesia," demikian Niken. (*/boo)

©2003-2007 KapanLagi.com