Menurut Manchester Evening News, kelompok, yang menyebut diri mereka 'Not a Number' itu, kini tengah berusaha mengumpulkan dana sebesar US$1,8 juta dari para investor lokal untuk memproduksi sebuah film horor berjudul SPLINTERED.
Beberapa investor yang memberikan US$100 ribu untuk proyek tersebut akan secara otomatis bisa tampil dalam film sebagai 'ekstra'.
"Kami ingin membuktikan bahwa Anda bisa menyumbang untuk mendukung pembuatan film-film baru di sini. Dan untuk itu, Anda tak perlu pergi ke Amerika," kata mantan pendiri 'Not a Number', Rachel Richardson-Jones, pada suratkabar tersebut.
SPLINTERED terpilih sebagai produksi pertama dari perusahaan tersebut, karena menurut Rachel, film horor adalah genre film yang membutuhkan dana yang sedikit namun berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar, selain sangat diminati oleh para penonton.
Rachel menegaskan bahwa ia lebih memandang proyek tersebut sebagai sebuah bisnis dan bukan seni.
"Salah satu dari permasalahan yang muncul dalam produksi film di Inggris adalah bahwa hal itu sangat beresiko tinggi, karena para investor berpikir langkah itu akan berkutat pada masalah artistik dan sutradara yang ekspresif," kata Rachel.
"Namun saya tegaskan bahwa saya adalah seorang pebisnis dan pemegang saham, dan saya ingin film-film ini bisa menghasilkan uang. Saya telah meninggalkan pekerjaan tetap saya untuk ini. SPLINTERED adalah sebuah kisah yang bagus dan akan menghasilkan uang yang besar juga. Saya yakin akan hal itu," tandasnya. (cmc/bun)