Menurut salah satu gitarisnya, Piyu, album yang bakal diusung grup pemilik hit MAHADEWI itu akan membawa tema yang berbeda. Kalau dulu erat dengan percintaan, ke depan mereka coba mempopulerkan lagu-lagu bertema sosial. "Sudah sepuluh tahun berkarya. Kami ingin memberikan kesan khusus buat penggemar. Masak ngomongin cinta melulu?" katanya.
Ditilik dari segi industri, kehadiran kembali Padi saat ini boleh dibilang cukup berat. Sebab, pada waktu hampir bersamaan, band-band pendatang baru yang menjual tema-tema populer siap merebut hati pencinta musik Indonesia.
"Kami nggak mikir ke situ. Kami berusaha untuk nggak ada beban. Saat ini, prioritas kami bikin album yang mengandung pesan positif," ujar pria kelahiran Surabaya, 15 Juli 1973 itu. "Harus ada keberanian untuk memulai. Kami nggak mau ikut-ikutan," tambahnya.
Salah satu cerita yang diangkat pada lagu Padi adalah perjalanan hidup seorang anak jalanan dengan segala kompleksitas dan resiko yang dihadapi.
"Ada seorang bocah pengamen, setiap hari dia mendapat kekerasan dan susah cari makan. Persepsi mereka tentang cinta sudah berbeda. Menurut mereka, kasih sayang itu adalah kekerasan, hukuman, dan celaan," ujar Piyu. (kpl/fia)
Andrei (16-08-2007 16:49:33)
ayo mas2 di Padi, gw dukungg. gw kangen bgt lirik2 lagu kayak band fave gw, /Rif!
or band indo apa ya yg kayak Linkin Park??? jangan cuma bikin lagu2 cinta mulu doooonggg, cinta universal boleh lahh, klo cinta2an mulu, eeeennnnneeeeeggggg
akasha (16-08-2007 13:27:28)









