< >

Kalla Perintahkan Mendag Mengkaji Kemungkinan Naikkan PE CPO

Selasa, 21 Agustus 2007 20:50
Kapanlagi.com - Wakil Presiden M Jusuf Kalla memerintahkan Menteri Perdagangan Marie E Pangestu untuk mengevaluasi kemungkinan kenaikan Pungutan Ekspor (PE) untuk minyak sawit mentah (CPO) dan Operasi Pasar (OP) minyak goreng guna menekan kenaikan harga minyak goreng.

"Saya tadi sudah perintahkan Menteri Perdagangan untuk lakukan evaluasi atas Pungutan Ekspor (PE untuk CPO) dan Operasi Pasar (OP) minyak goreng," kata Wapres M Jusuf Kalla di Istana Wapres Jakarta, Selasa, ketika ditanyakan apa langkah pemerintah atas adanya kenaikan harga minyak goreng akhir-akhir ini.

Menurut Wapres evaluasi terhadap PE dan OP harus dilakukan bersama-sama supaya bisa memberikan hasil yang maksimal. Ketika ditanyakan apakah PE untuk CPO akan dinaikan, Wapres mengaku hal itu sesuai dengan hasil evaluasi nanti.

"Untuk PE lagi dihitung kalau perlu dinaikan," kata Wapres.

Namun Wapres belum bisa memberikan angka berapa besar kenaikan PE yang akan diberlakukan. Saat ini PE untuk CPO sebesar 6,5 %. Menurut Wapres, PE tersebut diperlukan karena adanya disparitas harga yang terlalu tinggi antara harga dalam negeri dan luar negeri.

Menanggapi terjadi kenaikan beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, telur maupun yang lainnya, dinilainya belum mengkhawatirkan karena mempunyai efek positif dan negatif.

"(Kenaikan) tidak mengkhawatirkan karena selalu punya dua efek yakni positif dan negatif," kata Wapres M Jusuf Kalla.

Menurut Wapres setiap terjadi kenaikan harga maka, tidak boleh hanya dilihat dari satu sisi saja yakni sisi negatifnya. Namun harus dilihat juga sisi positifnya.

Wapres mencontohkan jika terjadi kenaikan harga jagung, segi positifnya akan menguntungkan petani. Namun segi negatifnya akan meningkatkan harga daging ayam, maupun telur karena jagung salah satu pakan ternak.

Begitu pula jika terjadi kenaikan harga CPO maka segi positifnya akan menguntungkan petani kelapa sawit. Namun sisi negatifnya akan merugikan konsumen minyak goreng.

"Salah satu caranya, kita kurangi konsumsinya sedikit," kata Wapres sambil menjelaskan jika harga gula naik maka kurangi konsumsi gula.

Begitupun jika harga minyak goreng naik, kurangi pula konsumsi makanan goreng-gorengan dan diubah masakan rebus dan sebagainya.

Wapres juga menjelaskan bahwa penyebab terjadinya kenaikan beberapa bahan makanan tersebut salah satunya akibat perubahan cuaca dunia. Misalnya terjadinya banjir di beberapa negara.

Selain itu, tambahnya akibat pengaruh suplai dunia karena adanya program konversi BBM fosil ke bio energi. Misalnya kenaikan gula yang dipicu adanya konersi gula ke etanol. Kenaikan CPO karena adanya konversi ke biosolar. Kenaikan Jagung juga karena konversi ke etanol.

"Jangan lihat kenaikan harga dari sati sisi saja," kata Wapres.

Menurut Wapres kenaikan beberapa bahan makanan tersebut terpengaruh karena adanya permintaan yang tinggi dari dunia internasional. Dan hal itu, tambahnya juga sangat penting bagi ekonomi Indonesia. (*/rsd)