< >

Harga CPO Dunia Cenderung Naik

Kamis, 23 Agustus 2007 08:16
Kapanlagi.com - Harga minyak sawit mentah (CPO) dunia diperkirakan masih mengalami peningkatan pada beberapa bulan ini akibat naiknya permintaan dunia menyusul adanya kegagalan panen kedelai di Amerika Serikat akibat tornado yang berdampak pada naiknya penyerapan CPO.

"Harga CPO cenderung menunjukkan peningkatan," kata Dirut PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (BSP) Ambono Djanurianto, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, kenaikan masih akan terjadi karena minyak kedelai yang menjadi pesaing utama minyak sawit mengalami pengurangan pasokan akibat gagal panen produsen utama kedelai di AS menyusul adanya tornado di kawasan tersebut.

Namun Ambono mengatakan, permintaan CPO tidak akan meningkat signifikan karena adanya penurunan konsumsi minyak sawit di Cina, pasca terjadinya pemberhentian pesanan produk Cina dari sejumlah pemegang merek berbagai komoditas barang konsumsi dunia.

"Cina selama ini menjadi konsumen terbesar CPO. Namun adanya masalah produk Cina diperkirakan akan banyak orang yang tidak bekerja menurunkan konsumsi CPO di negara tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, ia memperkirakan harga minyak goreng di dalam negeri akan mengalami dampak akibat kenaikan harga CPO dunia tersebut yang saat ini sekitar US$780 per ton (dari pelabuhan muat Dumai dan Belawan).

Ambono bahkan memperkirakan harga CPO internasional bisa menembus angka US$800 per ton, namun akan menurun kembali ketika terjadi penurunan konsumsi CPO di China.

Sementara itu Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga mengatakan, kendati harga CPO akan meningkat, pasti ada titik penurunan akibat munculnya pengganti dari produk tersebut.

"Kalau harga CPO sudah terlalu tinggi, pasti orang akan beralih ke produk minyak nabati lainnya, sehingga harga CPO akan turun kembali," katanya.

Ia mengakui saat ini harga minyak goreng di dalam negeri meningkat akibat harga CPO dunia yang naik, sehingga harga tender CPO domestik mencapai sekitar Rp7.300 per kilogram.

Namun, ia memperkirakan dengan penghapusan PPN produk primer untuk CPO, maka harga minyak goreng akan bisa ditekan pada kisaran Rp8000 per kilogram dari saat ini yang sudah menyentuh harga Rp9.000 an per kilogram. (*/rsd)