"Anggaran itu dipergunakan memberi dukungan dalam penyediaan infrastruktur bagi pembangunan Rusuna sehingga harga dapat ditekan," kata Dirjen Cipta Karya Agoes Widjanarko di Jakarta, Kamis, di sela Rakerda Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI).
Dukungan infrastruktur tersebut berupa instalasi air minum, sanitasi, jalan akses, mechanical, dan electrical. Pemanfaatan dana ini diatur melalui Peraturan Menteri PU No.5 tahun 2007.
Agoes mengungkapkan, untuk menggunakan dana ini pemerintah mensyaratkan harga yang di lepas ke masyarakat harus dapat ditekan kurang dari Rp75 juta per unit. Untuk harga Rp76 juta sampai Rp144 juta tidak mendapat fasilitas ini.
Namun mengenai besaran per Rusuna untuk mendapatkan dana subsidi, Agoes mengatakan, tidak dapat ditentukan jumlahnya.
"Tergantung ketinggian lantai, jumlah blok, dan sebagainya," ujarnya.
Namun Agoes mengakui subsidi Rp300 miliar tersebut masih disatukan dengan subsidi bagi Rumah Sederhana Sehat (RSS). Bahkan untuk anggaran 2007 dana subsidi yang tersedia baru RSh saja karena Rusunanya belum siap.
Sementara itu Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Lukman Purnomosidi mengatakan, dana Rp300 miliar itu memang belum mencukupi apalagi jika ditambah untuk kebutuhan RSh sehingga pemerintah menambah alokasinya.
Diakuinya pembangunan Rusuna belum dapat diwujudkan pada 2007 akan tetapi dia menjamin pada 2008 sudah ada yang memulai pembangunan konstruksi sehingga dana ini pasti terserap.
Menurutnya dana ini dapat menekan harga tanah karena biasanya untuk membangun Rusuna lokasinya belum memiliki akses ke jalan besar, setelah terbangun baru menjadi tugas Departemen PU untuk membangun akses jalannya. (*/rit)