Ketua DTI, Abdul Halik di Jakarta, Kamis menyatakan, usia tanaman perkebunan teh milik rakyat tersebut umumnya mencapai 60-80 tahun sehingga produktivitasnya menurun.
"Untuk itu diperlukan revitalisasi atau peremajaan perkebunan milik rakyat tersebut guna meningkatkan produktivitasnya," katanya usai pengukuhan Pengurus DTI periode 2007-2010 oleh Menteri Pertanian Anton Apriyantono.
Menurut dia, secara nasional luas kebun teh di tanah air mencapai 90 ribu ha dengan jumlah tanaman 13 ribu pohon dan produktivitas antara 1,4-1,6 ton/ha per tahun.
Perkebunan tersebut, tambahnya, terdiri dari perkebunan besar milik BUMN dan swasta yang mengembangkan teh hitam serta perkebunan rakyat yang membudidayakan teh hijau.
Sedangkan negara-negara lain seperti Sri Langka, India dan Kenya produktivitas perkebunan tehnya telah mencapai 2,5-3 ton/ha per tahun.
"Oleh karena itu melalui revitalisasi perkebunan teh diharapkan produktivitas tanaman naik menjadi 2 ton/ha per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan," katanya.
Abdul Halik mengatakan, untuk melakukan peremajaan tanaman teh diperlukan dana sekitar Rp12 juta/ha.
Untuk itu, tambahnya, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian agar komoditas teh dimasukkan dalam Program Revitalisasi Perkebunan seperti Sawit, Kakao dan Karet.
Menurut dia, dengan dimasukkannya teh dalam Program Revitalisasi Perkebunan tersebut diharapkan pemerintah bisa memberikan kemudahan pendanaan untuk peremajaan tanaman.
"Kami mengharapkan bunga yang dikenakan untuk pendanaan revitalisasi teh jangan bunga komersial, setidaknya 10% saja," katanya.
Menyinggung tingkat ekspor teh Indonesia, Abdul Halik menyatakan, pada 2006 sebanyak 140 ribu ton dengan tujuan Timur Tengah, Inggris, Rusia maupun negara-negara lain pecahan Eropa Timur.
"Untuk tahun ini kami menargetkan ekspor teh Indonesia minimal seperti tahun lalu," katanya.
Selain sebagian besar tanaman teh sudah tua dan rendahnya produktivitas, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat mengatakan kendala lain agribisnis teh di tanah air yakni konsumsi teh dalam negeri yang masih rendah sebesar 300 gram/kapita/tahun.
Rendahnya harga teh Indonesia di pasar dunia, diversifikasi produk teh belum berkembang, lembaga keuangan baik perbankan maupun non bank belum tertarik membiayai agribisnis teh.
Sementara itu Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk revitalisasi perkebunan teh seperti halnya sawit, kakao dan karet.
"Kalau dimungkinkan nanti teh akan dimasukkan dalam program revitalisasi perkebunan," katanya. (*/rsd)