< >

Bulog Siap Amankan Komoditas Pangan Non Beras

Jum'at, 24 Agustus 2007 15:49
Kapanlagi.com - Perum Bulog menyatakan kesiapannya untuk mengamankan harga komoditas pangan non beras terutama minyak goreng dan gula sehingga tidak terjadi gejolak yang meresahkan di masyarakat.

Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar di Jakarta, Jumat menyatakan, untuk menjaga kestabilan harga gula dan minyak goreng maka diperlukan penanganan yang baik seperti halnya beras.

"Insya Allah Bulog siap amankan stabilitas harga gula dan minyak goreng jika pemerintah mengamatkan ini. Untuk beras Bulog sudah siap," katanya usai penandatanganan kerja sama antara Perum Bulog dan BPS dalam bidang penyediaan dan pertukaran informasi di Gedung Bulog.

Sebelumnya pemerintah menyatakan bertekad untuk mengamankan harga empat komoditas strategis yakni beras, gula, minyak goreng dan minyak tanah.

Mustafa mengatakan, untuk pengamanan tiga komoditas pangan yakni beras, gula dan minyak goreng pihaknya siap melakukannya sedangkan minyak tanah akan diserahkan ke PT Pertamina.

Menurut dia, untuk saat ini pihaknya telah siap mengamankan stabilitas harga beras namun demikian diakuinya komponen dan fasilitas pendukung di jajaran Bulog, seperti jaringan distribusi atau koperasi pasar (koppas) masih belum optimal.

Menyinggung realisasi BUMN tersebut untuk menangani komoditas gula dan minyak goreng, Mustafa mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah mengenai hal itu tetapi diperkirakan belum akan terlaksana pada 2007.

Sementara itu mengenai persiapan penyediaan beras menjelang bulan puasa, Dirut Bulog menyatakan sampai saat ini pengadaan beras dalam negeri dan impor sebagai tambahan masih bisa lancar.

Saat ini, tambahnya, stok pangan di Bulog mencapai 1,7 juta ton yang mana 1,6 juta ton dari dalam negeri selain itu juga 700 ribu ton dari rencana impor sebanyak 1,5 juta ton sudah masuk.

"Sehingga tidak diperlukan langkah khusus untuk menghadapi bulan puasa," katanya.

Namun sebagai upaya pengamanan atau pengendalian harga pada masa-masa panceklik atau mendekati lebaran, natal atau tahun baru pihaknya tetap akan bersiap-siap menyediakan cadangan jika kondisi kekeringan dengan tambahan impor.

Untuk itu Perum Bulog saat ini tengah menjajagi impor beras dari India dan China selain Thailand serta Vietnam yang selama ini telah dilakukan. (*/rit)