"Pemerintah telah mencabut jam malam itu dari pukul 8.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat (9.00-23.00 WIB) pada Jumat di semua kota provinsi termasuk ibukota Dhaka," kata juru bicara kepolisian Dhaka, Ispektur Syed Mohsinul Haq.
Jam malam tersebut diberlakukan pada Rabu malam lalu menyusul aksi protes yang dimulai hari Senin akibat pengerahan militer ke kampus Universitas Dhaka.
Kendati pemerintah telah menyetujui penarikan pasukan dari kampus itu, kerusuhan meluas di universitas-universitas lain di seantero negara itu.
Seorang penonton unjuk rasa tewas dalam suatu bentrokan di bagian timur laut kota Rajshahi dan puluhan lainnya cidera.
Bangladesh masih diberlakukan negara dalam keadaan darurat sejak Januari, ketika pemerintah yang didukung militer mengambil alih kekuasaan setelah beberapa bulan terjadi aksi kekerasan akibat tuduhan adanya kecurangan dalam pemilu.
Kepala Negara Fakhruddin Ahmed mengatakan dalam pidato televisi bahwa pemerintah itu terpaksa bertindak untuk menghindari "anarki" dan menuduh perusuh menunggangi protes tersebut.
Pemerintah sejak Januari membatasi aktivitas partai politik dan berjanji mengimplementasikan reformasi untuk membersihkan merajalelanya korupsi yang terkenal di Bangladesh sebelum diadakan pemilu menjelang akhir 2008. (*/cax)