< >

Jateng Terapkan SLPHT Kopi di 13 Kabupaten

Sabtu, 25 Agustus 2007 17:12
Kapanlagi.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Tengah telah menerapkan sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) kopi di lahan/kebun tanaman kopi di 13 kabupaten agar kesejahteraan petani meningkat.

"Dengan adanya SLPHT diharapkan mampu mengatasi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang tanaman kopi milik petani," kata Kepala Dinas Perkebunan Jateng, Siswanto, di Semarang, Sabtu.

Menurut dia, SLPHT tersebut telah diterapkan di Kabupaten Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Purworejo, Jepara, dan Pati.

Ia mengatakan, kopi saat ini merupakan salah satu komoditas andalan Jateng sehingga kontinuitas produksi, kualitas, harga di tingkat petani harus dijaga, dan diamankan dari serangan OPT.

"Komoditas kopi juga merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai konservasi tanah yang baik untuk menunjang kelestarian alam. Untuk itu, tanaman kopi perlu dipelihara dengan sebaik-baiknya," katanya.

Ia menjelaskan, program SLPHT hingga saat ini telah menghasilkan sebanyak 78 orang petugas pemandu lapang provinsi/daerah, 20 petani pemandu, dan 7.875 petani dari 315 kelompok tani yang tersebar di 13 kabupaten.

Dengan adanya SLHPT, kata dia, diharapkan membuat petani di Jateng dapat memahami, meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan dalam berkebun kopi sehingga mampu berproduksi optimal.

Siswanto mengakui, penerapan SLPHT mampu meningkatkan mutu kopi, kuantitas produksi, dan harga jual di tingkat petani sehingga tidak mudah membuat petani untuk mengganti tanaman kopi dengan tanaman lain.

"Kuantitas produksi kopi petani kini meningkat menjadi 610,95 kg/hektare dari sebelumnya 397,5 kg/hektare dan harga kopi di tingkat eksportir antara Rp500,00/kg-Rp750,00/kg untuk setiap kenaikan `grade` (tingkat)," katanya.

Ia mengatakan, penerapan SLPHT kopi di lahan/kebun tanaman kopi milik petani dalam waktu dekat akan diperluas ke daerah-daerah lain di Jateng agar mutu, produktivitas, dan kuantitas kopi meningkat. (kpl/rit)