< >

Kupu-Kupu Berharap Dibajak

Senin, 27 Agustus 2007 08:49
Kapanlagi.com - Industri musik di Tanah Air terus mengalami kerugian akibat ulah pembajak, tetapi ternyata hal itu bukan sesuatu yang penting bagi kelompok duo yang menamakan diri Kupu Kupu.

"Kami berharap dibajak. Biar semua memutar lagu-lagu kami," kata Abdi Setiadharma alias Ade, produser musik dari label Kerajaan Musik Indonesia yang menangani Kupu Kupu, usai konser mini duo tersebut di MU Cafe Jakarta, Jumat (24/08).

Menurutnya, pembajakan memang sulit diberantas, tetapi ada juga sisi menguntungkan bagi popularitas artis.

Kupu Kupu, katanya, sekarang sedang menyiapkan album debut untuk meramaikan khasanah musik nasional, dan sebelum itu ingin kulonuwun (mohon ijin), memberi salam perkenalan.

"Karena itu, lagu-lagu mereka kini sudah kita perdengarkan melalui situs internet dan nantinya di radio-radio dan televisi," kata Ade.

Meski tidak menganggap pembajakan satu hal penting, ia menyatakan nama dan desain Kupu Kupu sudah didaftarkan ke Direktorat Jenderal HAKI.

Duo Kupu Kupu beranggotakan Adjie (Ramyadjie Priambodo) dan Dave (Leonard), dibentuk tahun 2002 dengan jenis musik Modern Rock.

Adjie, yang besar dan sekolah di Singapura dan Australia, sebelumnya sudah pernah menjadi drummer di sejumlah band. Kini, ia memegang peranan sebagai pencipta lagu, penata musik, dan kibordis saat konser.

Sementara Dave, sebelumnya malang-melintang sebagai penyanyi di kafe-kafe Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya.

Menjawab wartawan, Adjie mengatakan, duo yang dibentuknya bersama Dave terinspirasi oleh banyak kelompok musik musik, mulai dari Aerosmith dan Mr Big hingga Collective Soul, U2, Coldplay dan Maroon 5.

Untuk album debutnya nanti, setidak-tidaknya ada empat lagu yang diandalkan Dave dan Adjie, masing-masing berjudul Jalan Berliku, Fantastik, dan terutama sekali HP 0ke, sebuah nomor mellow-rock yang cukup dekat dengan telinga ABG (remaja).

"Pasar yang kami bidik memang ABG," kata Adjie. (kpl/rit)