"Para penjaga malam dan bendahara ini menjadi target pemeriksaan karena mereka dipandang lebih bertanggung jawab atas raibnya empat brankas yang berisi uang ratusan juta rupiah itu," kata Kasat Reskrim Polresta Kupang, AKP Sastra Budi di Kupang, Senin.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTT, Ir Piet Muga yang dihubungi secara terpisah mengharapkan aparat kepolisian dapat mengusut kasus tersebut sampai tuntas dan memroses secara hukum siapa pun yang ikut terlibat di dalamnya.
"Apakah pelakunya orang dalam atau orang luar, saya sendiri juga tidak tahu. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat kepolisian untuk mengusut sampai tuntas. Siapa pun yang terlibat harus mendapat ganjaran yang setimpal sesuai dengan perbuatannya," kata Muga.
Ia menambahkan, saat ini aparat penyidik dari Polserta Kupang sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penjaga malam yang bertugas pada Sabtu malam serta bendahara pada sub-bagian keuangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTT.
Menurut analisa polisi setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), brankas yang beratnya sekitar 300 kilogram itu hanya dapat diangkat lebih dari satu orang, sehingga diduga kuat aksi pembobolan brankas itu dilakukan oleh segerombolan maling.
Empat brankas yang ditemukan berceceran pada hari Minggu sekitar pukul 10.00 Wita itu berada di seberang tembok saluran air atau sekitar 50 meter dari tempat penyimpanan brankas tersebut di ruang sub-bagian keuangan kantor pemerintah itu.
Piet Muga mengatakan, uang yang ada dalam brankas itu lebih dari Rp100 juta yang dialokasikan untuk membayar kegiatan proyek dinas.
Saat kejadian, tiga orang penjaga malam yang bertugas pada malam itu, tidak ada di tempat sehingga diduga kuat mereka yang melakukan atau berkonspirasi dengan orang luar untuk membongkar brankas tersebut. (*/cax)