< >

PLN Alihkan Sebagian Gas SSWJ PLTGU Muara Tawar ke Cilegon

Senin, 27 Agustus 2007 20:01
Kapanlagi.com - PT PLN (Persero) akan mengalihkan sebagian gas yang sebelumnya dialirkan melalui pipa South Sumatera-West Java (SSWJ) ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi menjadi ke PLTGU Cilegon, Banten.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim di Jakarta, Senin mengatakan, pengalihan tersebut mengingat PLTGU Cilegon lebih membutuhkan gas dalam waktu dekat dibandingkan Muara Tawar.

"Kami alihkan pasokan gas SSWJ sebesar 50 MMSCFD (mile mile standard cubic feet per day) yang sebelumnya ditujukan ke Muara Tawar menjadi ke Cilegon," katanya.

Sebelumnya, PT PLN (Persero) dan PT PGN Tbk sebagai pemilik pipa SSWJ menyepakati harga gas ke Muara Tawar tersebut sebesar 4,5 dolar AS per MMBTU.

Menurut Ali, saat ini, dari kebutuhan gas PLTGU yang mencapai 110 MMSCFD, baru terpenuhi 80 MMSCFD dari lapangan gas di lepas pantai utara Banten milik perusahaan China, China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) Southeast Sumatera Ltd.

PLN telah menyepakati pasokan gas CNOOC tersebut dengan harga 2,68 dolar AS per MMBTU selama 12 tahun.

Dengan pasokan gas sebesar 80 MMSCFD tersebut, PLTGU Cilegon baru membangkitkan daya sekitar 600 MW dari kapasitas total 740 MW.

"Adapun kebutuhan gas buat membangkitkan daya 740 MW mencapai 110 MMSCFD," katanya.

Ali juga mengatakan, dengan beroperasinya PLTGU Cilegon secara penuh maka akan menghemat pemakaian BBM PLN hingga Rp30 miliar per hari.

Ia melanjutkan, dengan masuknya PLTGU Cilegon dan sejumlah pembangkit non BBM lainnya secara penuh, maka akan menurunkan konsumsi BBM dari 9,5 juta kiloliter tahun 2007 menjadi tujuh juta kiloliter.

Pembangkit non BBM itu antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat 110 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan 2x100 MW, PLTU Tanjung Djati 2x660 MW dan PLTU Cilacap 2x300 MW. (*/rsd)