"Kami telah melakukan uji sampel terhadap mainan yang ditarik dari peredaran dan menemukan adanya kerusakan pada desain pada produk tersebut, sehingga memudahkan anak-anak terluka," kata Li Changjiang, direktur Adminsitrasi Umum Pengawasan Kualitas, Pemeriksaan dan Karantina (GAQSIQ), seperti dikutip Xinhua di Beijing, Senin.
Dia mengemukakan bahwa mainan yang diketahui ada kesalahan desain sebaiknya segera ditarik dari peredaran, sekalipun China telah mengekspor mainan-mainan itu.
Produsen mainan anak-anak yang diketahui terjadi kesalahan desain, ungkap Changjian, hanya bertanggungjawab sebesar 15 % dari masalah kualitasnya.
Dalam kesempatan itu dirinya juga mengecam pihak importir mainan anak-anak di Amerika Serikat yang melepaskan tanggungjawabnya dari masalah itu terkait dengan kualitas produk.
Pihak China sebelumnya telah meminta agar pihak importir AS dan pemilik merek mainan anak-anak ikut bertanggung jawab terhadap ditariknya produk tersebut.
Pihak GAQSIQ menegaskan bahwa Pabrikan Perlengkapan Asli (OEM) China ketika membuat dan memproduksi produk tersebut sesuai dengan permintaan dan desain dari pihak importir, dan mainan yang diproduksi telah disetujui oleh ketentuan dan standar AS pada saat produksi.
Adanya penarikan sejumlah mainan anak-anak oleh Komisi Keselamatan Produk Konsumen (CPSC) Amerika Serikat, seharusnya dilimpahkan kepada pemilik desain merek bukan dilimpahkan kepada OEM.
Pihak OEM selama ini mengekspor lebih dari 80 % mainan anak-anak ke pasar Amerika Serikat dan mainan yang diproduksi sebetulnya sudah sesuai dengan standar yang diterapkan oleh AS.
Untuk mencegah terjadinya lolosnya pengawasan kualitas, GAQSIC minta agar pemilik merek seharusnya juga ikut terus memperbaharui desain dan pengawasan kualitas produk sehingga tidak terjadi kerugian lagi. (*/rsd)