Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, target tersebut terkait dengan jadwal penyelesaian proyek "repowering" Muara Tawar berdaya 225 MW pada tahun 2009.
"Jadi, kalau ditandatangani Desember ini, maka dengan masa pembangunan selama 24 bulan, berarti proyek selesai Desember 2009 atau masih sesuai target," katanya.
Namun demikian, menurut dia, PLN tetap akan mengupayakan penandatanganan dapat dilakukan dalam waktu dekat ini atau sebelum Desember 2007.
PLN, lanjutnya, juga akan meminta pemenang tender untuk bisa menyelesaikan proyek lebih cepat dari 24 bulan.
"Kami ingin proyek ini segera selesai untuk menambah kehandalan daya pembangkit di sistem kelistrikan Jawa-Bali," tambahnya.
Saat ini, PLN tengah mengevaluasi konsorsium Marubeni-Alstom sebagai pemenang tender proyek "repowering" Muara Tawar senilai US$250-300 juta.
Konsorsium perusahaan asal Jepang dan Perancis itu merupakan satu-satunya peserta tender proyek tersebut yang masih dievaluasi.
Menurut Ali, pihaknya masih belum mencapai titik temu dengan Marubeni-Alstom pada sejumlah kegiatan yang harus dikerjakan dengan selisih harga mencapai jutaan dolar AS.
"Ada beberapa pekerjaan krusial yang masih terjadi deviasi dan terus kami lakukan negosiasi dengan mereka (Marubeni-Alstom)," katanya.
Selain Muara Tawar, PLN juga masih mengevaluasi tender proyek "repowering" lainnya, yakni PLTGU Tanjung Priok, Jakarta Utara berdaya 720 MW dengan nilai investasi sekitar US$ juta.
Peserta tender proyek pembangkit itu ada empat yakni, Mitsubishi (Jepang), Marubeni-Seimens (Jepang-Jerman), Mitsui-Alstom (Jepang-Perancis), dan Sumitomo-General Electric (Jepang-AS).
Sebelumnya, perusahaan Jepang lainnya, yakni Mitsubishi Heavy Industries Ltd telah menandatangani kontrak EPC "repowering" PLTGU Muara Karang, Jakarta Utara senilai US$ juta awal Juli lalu.
Mitsubishi akan melakukan pembangunan "repowering" Muara Karang berdaya 720 MW selama 30 bulan.
Ketiga proyek "repowering" PLTGU itu, yakni Muara Tawar, Tanjung Priok, dan Muara Karang telah mendapat komitmen pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sejak 2005.
Ditargetkan, pengoperasian pembangkit "opencycle" (PLTG) Muara Karang 500 MW, Muara Tawar 150 MW, dan Tanjung Priok 500 MW pada 2008-2009.
Sedang, penyelesaian pembangkit combine-nya (PLTU) pada 2009-2010. (kpl/rit)