< >

'Pendekar Cisadane' Jangan Sampai Masuk Jurang Degradasi

Rabu, 29 Agustus 2007 23:45
Kapanlagi.com - Kesebelasan berjuluk "Pendekar Cisadane" Persita Tangerang, Banten, jangan sampai masuk jurang degradasi karena posisi yang sudah ada sekarang ini dalam kompetisi Liga Indonesia (LI) 2007 berada di papan tengah agar dipertahankan.

"Ini merupakan harapan dari para penggemar bahwa sebaiknya posisi di papan tengah dipertahankan dan dihindari jurang degradasi," kata Ketua Umum Persita, H. Ismet Iskandar kepada ANTARA di Tangerang, Rabu (29/08).

Dia mengatakan, meski kompetisi putaran kedua ini masih tersisa 11 kali pertandingan di kandang lawan maupun di Stadion Benteng Tangerang, namun upaya untuk menuju papan atas dianggap berat.

Walau begitu, bila pemain mau bekerja keras dan mampu menjalin kerja sama yang solid apalagi ketika pertandingan di kandang sendiri dengan hasil menang dan di tempat lain imbang, tidak mustahil menuju empat besar klasemen.

Saat ini, Persita menempati posisi ke-6 dari 18 tim wilayah I (barat) dengan perolehan sementara sebanyak 38 poin, 23 kali bertanding, 11 kali menang, lima kali seri dan tujuh kali tumbang.

Tim berseragam ungu- hitam itu meraih poin sama dengan Persik Kediri, Jatim, namun "Macan Putih" itu melakoni 21 kali bertanding dan terpaut satu poin dengan Persija Jakarta Pusat.

Bahkan tim yang dilatih Benny Dollo akan kesulitan untuk mengejar kesebelasan di papan atas seperti Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan PSMS Medan.

Sementara itu, pemerhati sepakbola lokal, Ali Mahkrudi dihubungi terpisah mengatakan, untuk menentukan posisi klasemen akhir ditentukan pemain dan pelatih, sedangkan Ketua Umum hanya memberikan motivasi dan dukungan moril serta dana.

Menurut dia, jika pemain mau menuruti semua instruksi pelatih dan didukung oleh dana yang memadai termasuk untuk bonus maka akan menambah motivasi bagi pemain untuk meraih gelar juara.

Namun demikian, sebaiknya Ketua Umum tidak memanjakan pemain dengan pemberian bonus karena dikhawatirkan akan menjadi bumerang bagi tim dibelakang hari.

Para pemain harus sadar bahwa tim ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang setiap tahunnya, maka untuk pertanggungjawaban kepada publik yakni dengan prestasi yang dapat dibanggakan.  (*/lpk)