< >

Peternak Gorontalo Minta Ekspor Sapi ke Malaysia Dikaji Kembali

Kamis, 30 Agustus 2007 18:21
Kapanlagi.com - Sejumlah peternak di Gorontalo meminta agar Pemerintah provinsi (Pembrov) mengkaji kembali kerja sama mengeskpor sapi ke Malaysia. Eskpor sapi tersebut dinilai cukup mengancam stok daging sapi di daerah, khususnya untuk keperluan hewan qurban Hari Raya Idul Adha.

"Kami khawatir Gorontalo malah kekurangan sapi karena diekspor ke Malaysia," kata Mansur, salah seorang peternak sapi di Gorontalo. Ia menyatakan keraguannya jika Gorontalo mampu menyediakan stok sapi sebanyak pesanan Malaysia, terlebih jika saat ini produksi sapi di daerah tersebut belum menunjukkan angka menggembirakan.

"Sapi yang ada saat ini memang cukup memenuhi kebutuhan dalam daerah, jika terlalu banyak yang diekspor bisa-bisa kami malah meminta pasokan sapi dari luar daerah," jelasnya. Kerja sama antara Malaysia dan Gorontalo tersebut, kata dia, sebaiknya dikaji kembali dan ditunda hingga daerah yang dikenal sebagai Provinsi Agropolitan itu siap melaksanakannya.

Mulai Agustus 2007, pemerintah Malaysia secara resmi mengimpor sapi bali yang dikembangkan oleh para peternak di Gorontalo, sebagai tindak lanjut kerja sama yang digalang oleh negeri jiran tersebut dengan pemerintah Provinsi Gorontalo. Wakil atau Timbalan Menteri Perindustrian dan Asas Tani Malaysia, Datok Sri Haji Mohamad Syarif Umar, bahkan sengaja berkunjung ke Gorontalo untuk memulai impor sapi perdana dari Gorontalo ke Malaysia sebanyak 400 ekor untuk tahap awal.

"Selama ini kami hanya mengimpor sapi dari Australia dan India, tapi ketika Gorontalo menyatakan siap untuk menyediakannya maka kami pun tertarik," ujarnya ketika berkunjung ke Gorontalo beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan, ketertarikan pihaknya terhadap sapi dari Gorontalo karena sudah terbukti bebas penyakit mulut dan kuku serta memiliki kandungan kolesterol yang rendah, sehingga baik untuk kesehatan.

Sebelum mengimpor sapi, pemerintah Malaysia telah mengirimkan sejumlah tim yang memeriksa kesehatan sapi yang ada di Gorontalo, demi melindungi masyarakatnya dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui hewan.

Terlebih lagi, dalam kerja sama tersebut pihak Malaysia menginginkan impor sapi secara utuh dan bukan dalam bentuk daging seperti yang dilakukan pada umumnya. "Bagi kami kehalalan serta kaidah penyembelihan hal yang paling penting, sehingga kami telah menyediakan rumah-rumah pemotongan di Malaysia," tambahnya. (*/rsd)