< >

Liga Sepakbola Sulsel Minim Peserta

Jum'at, 31 Agustus 2007 19:43
Kapanlagi.com - Jumlah tim yang menyatakan siap ambil bagian pada kejuaraan sepakbola Liga Sulsel yang bergulir mulai 3 September 2007, hingga saat ini baru 12 dari 23 Pengcab PSSI dan satu klub sepakbola di provinsi ini, sementara 11 pengcab lainnya belum memberi jawaban.

Ketua panitia Liga Sulsel, Karim Alwi, di Makassar, Jumat, menyatakan, minimnya peserta pada Liga Sulsel yang pertama digelar atas kerjasama Pengda PSSI dengan Media Fajar Grup ini menandakan perhatian pemerintah kabupaten/kota terhadap olahraga khususnya sepakbola belum seperti yang diharapkan.

"Kita berharap Liga Sulsel yang akan dibuka Menegpora Adhyaksa Dault pada 3 September 2007 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Makassar diikuti 23 tim wakil dari semua Pengcab PSSI dan klub di Sulsel, namun ternyata hanya 12 tim yang siap ambil bagian," katanya.

Liga Sulsel adalah kegiatan sepakbola cukup bergensi di Sulsel di samping turnamen Piala Habibie yang digelar setiap tahun di Parepare.

Karena itu, seyogianya semua Pengcab PSSI di daerah menyertakan tim dalam kejuaraan yang memperebutkan piala gubernur Sulsel.

Tujuan Liga Sulsel sama dengan kegiatan kompetisi Liga Indonesia yakni untuk mencari bibit pemain mengingat kabupaten dan kota memiliki potensi pemain bola yang hingga kini belum digarap maksimal.

"Karena itu, melalui Liga Sulsel diharapkan lahir pemain handal yang kelak bisa membela PSM Makassar maupun Timnas PSSI," ujarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sulsel, Andi Mualim menyatakan, pemerintah provinsi Sulsel mendukung penuh penyelenggaraan Liga Sulsel pertama memperebutkan piala gubernur dan sejumlah hadiah lainnya.

Tim yang telah menyatakan siap ambil bagian adalah Gaspa Palopo, Gasman Enrekang, Perspin Pinrang, Gasis Soppeng, Makassar Utama, Perssin Sinjai, Persipare Parepare, Persipangkep Pangkep, Persibo Bone, Gaswa Wajo, PS Selayar dan PSM Makassar.

Sementara 12 tim pengcab PSSI yang belum memberi jawaban adalah Maros, Gowa, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, Luwu dan Tanatoraja. (*/rsd)