< >

Liga Utama Jerman Catat Rekor Pengeluaran Transfer Pemain

Minggu, 02 September 2007 20:24
Kapanlagi.com - Akhir masa transfer musim panas ini memperlihatkan kesibukan perekrutan oleh klub-klub Liga Utama Jerman dan uang yang mereka keluarkan untuk pertamakalinya melebihi batas 200 juta euro (sekitar Rp2,4 triliun).

Pemain asal Brazil Grafite bergabung dengan VfL Wolfsburg dari klub Prancis Le Mans dengan harga delapan juta euro (Rp97,4 miliar) pada Jumat (31/8) sore dan menjadi pembelian terbesar pada hari terakhir menjelang ditutupnya jendela transfer.

Tetapi sesungguhnya jendela transfer musim panas itu hanya sedikit terbuka karena transfer masuk dan keluar yang paling spektakuler justru terjadi pada penutupan musim lalu, jauh sebelum musim ini dimulai.

Klub-klub Bundesliga itu telah menghabiskan dana dengan rekor 203 juta euro (Rp2,47 triliun) untuk merekrut pemain baru pada musim panas ini. Bayern Munich memimpin dengan 72 juta euro (Rp876 miliar) yang mereka habiskan untuk merekrut pemain guna membangkitkan kembali tim yang gagal pada musim lalu.

Franck Ribery, datang dari Olympique Marseille 25 juta euro (sekitar Rp304 miliar), striker Italia Luca Toni (Rp133 miliar/Fiorentina), striker Jerman Miroslav Klose (Rp146 miliar/Werder Bremen) atau Jose Ernesto Sosa (Rp121 miliar/Estudiantes de la Plata) adalah para pemain yang menjadi investasi utama Bayern.

Setelah bertahun-tahun berhemat, keputusan Bayern untuk membobol kas mereka sepertinya telah memanasi pesaingnya di Bundesliga.

"Kami membutuhkan lebih banyak pemain seperti Ribery dan Toni. Itu adalah satu-satunya cara untuk menciptakan sebuah liga yang bisa mendapat lebih banyak uang dari televisi," kata ketua Bayern Karl-Heinz Rummenigge, menjelaskan beberapa pemikiran yang mendasari pendekatan baru Bayern itu.

Werder Bremen baru aktif pada menit-menit terakhir, merekrut bek timnas U-21 Jerman Sebastian Boesnich dari Schalke 04 dengan harga diperkirakan tiga juta euro (Rp36,5 miliar).

Setelah kehilangan Klose yang pindah ke Bayern, Bremen menghabiskan 7,8 juta euro (Rp94,9 miliar) --yang menjadi rekor pembelian klub itu-- untuk pemain tengah Carlos Alberto dari Corinthians. Lima juta euro (Rp60,8 miliar) digelontorkan untuk membeli striker Hamburg Boubacar Sanogo dan tiga juta euro (Rp36,5 miliar) untuk bek Dusko Tosic dari Sochaux.

Sementara itu bek Christian Schulz dijual ke Hanover pada Jumat dengan harga 1,5 juta euro (Rp18,26 miliar). Akan tetapi aktivitas transfer juara bertahan Stuttgart dan runner up Schalke justru kurang spektakuler.

Pembelian terbesar Stuttgart adalah pemain depan Rumania Ciprian Marica dengan tujuh juta euro (Rp85,2 miliar).

Sementara Schalke, yang telah melepas playmaker asal Brazil Lincoln, memperkuat lini tengah dengan membeli Carlos Grossmueller dengan 3,5 juta euro (Rp42,6 miliar) dari klub Uruguay Danubia, dan gelandang berusia 19 tahun dari Swiss Ivan Rakitic yang berharga sekitar tiga juta euro (Rp36,5 miliar) dari FC Basle.

Pembeli paling ambisius setelah Bayern adalah Wolfsburg yang berupaya meningkatkan profil klub di bawah kepemimpinan pelatih sekaligus manajer baru Felix Magath.

Pembelian striker Grafite menyusul perekrutan bek tengah Ceko Jan Simunek (Rp42,6 miliar/Sparta Prague) dan pemain Brazil Josue (Rp24,3 miliar) untuk membuat total pengeluaran Magath selama musim panas menjadi hampir 28 juta euro (Rp340,9 miliar).

Hertha Berlin juga tidak terlalu aktif pada awal masa transfer tetapi setelah mengawali musim dengan buruk, pelatih Lucien Favre telah membeli bek Steven von Bergen dari Zurich dengan harga 1,5 juta euro (Rp18,26 miliar), meminjam Tobias Grahn dari Gimnastic Tarragona dan pemain depan Brazil Lima dengan harga 3,5 juta euro (Rp42,6 miliar) dari Botafogo.

Beberapa klub juga tidak jadi menjual atau membeli pemain seperti yang gencar diberitakan sebelumnya. Pada Sabtu, keraguan penggemar SV Hamburg pun sirna karena gelandang sekaligus kapten tim Rafael van der Vaart tidak jadi keluar dari klub itu.

Gelandang asal Belanda tersebut ingin pindah ke klub Spanyol Valencia yang telah menawarkan 18 juta euro (Rp219,2 miliar) tetapi Hamburg ingin agar pemain itu bertahan. Pada pekan lalu van der Vaart menerima takdirnya dan menyatakan ia akan menghabiskan musim ini bersama Hamburg. Akan ada kedamaian di Hamburg setidaknya hingga Januari, saat jendela transfer kembali dibuka. (*/erl)