< >

Pertempuran di Kamp Pengungsi Lebanon, 20 Anggota Milisi IslamTewas

Minggu, 02 September 2007 19:52
Kapanlagi.com - Duapuluh anggota kelompok garis keras Islam dan dua tentara Lebanon tewas dalam pertempuran dekat sebuah kamp pengungsi Palestina di Lebanon utara, Minggu, kata satu sumber keamanan.

Para anggota kelompok itu berusaha melarikan diri dari kamp Mahr al Bared tapi sekitar 20 orang tewas dan sejumlah lainnya cedera atau ditangkap," kata seorang jurubicara militer kepada AFP.

Ia mengatakan dua tentara juga tewas dalam baku tembak itu, yang menambah jumlah personil militer yang tewas menjadi 155 orang sejak baku tembak terjadi antara tentara dan milisi Fatah al Islam 20 Mei.

Pada pukul 04:00 waktu setempat (08:00 WIB) beberapa anggota kelompok itu dari luar kamp tersebut menyerbu satu tempat pos pemeriksaan militer di ujung timur kamp itu dan mulai menembaki tentara, dibantu para anggota milisi dari dalam kamp itu, kata satu sumber militer.

Para anggota milisi juga menyerang sebuah pos pemeriksaan lain di ujung selatan kamp itu. Sumber itu mengatakan tiga orang yang berada di dalam mobil yang menyerang pos itu tewas. Sembilan anggota milisi lainnya ditahan.

Pasukan keamanan melancarkan operasi pencarian besar-besaran dan seluruh lokasi di sekitar kamp itu ditutup. Helikopter-helikopter terbang rendah di lokasi itu dan kobaran api terlihat di sekitar kamp tersebut.

Jalan dekat kamp itu yang menghubungi kota Tripoli, Lebanon utara ke Suriah ditutup untuk lalulintas. Pos-pos pemeriksaan militer didirikan di seluruh daerah itu serta di jalanraya utama yang menghubungi Tripoli dengan ibukota Beirut.

Sumber itu mengatakan tentara memusatkan operasi di desa Ayun al Samak, sekitar lima kilometer timur Nahr al Bared. Pertempuran sekitar kamp itu adalah aksi kekerasan dalam negeri Lebanon terburuk sejak perang saudara tahun 1975-1990.

Paling tidak 200 orang tewas termasuk 155 tentara. Sebagian besar dari 31.000 orang yang menghuni kamp telah meninggalkan tempat tersebut sejak awal pertempuuan.

"Kami dekat pada akhir konflik," kata jurubicara militer itu , dan menambahkan tentara terus melakukan pembersihan tempat perlindungan bawah tanah di dalam kamp yang porak poranda akibat pertempuran itu.

Ia mengatakan para anggota milisi yang berada di dalam kamp itu diperkirakan adalah mereka yang cedera. Militer pekan ini menolak mengizinkan para anggota Fatah al Islam diungsikan dari kamp itu dan menyerukan sekitar 60 anggota milisi yang terkepung agar menyerah tanpa syarat.

Pada hari Sabtu, pasukan merebut rumah-rumah para pemimpin kelompok Sunni itu, Shaker al Absi dan Abu Hureira, yang tewas Juli di satu pos pemeriksan militer.

Salah seorang saudara kandung Abu Hureira, yang tidak ingin diidentifikasi mengemukakan kepada AFP bahwa orang nomor dua Fatah al Islam itu dikebumikan Sabtu di satu tempat pemakaman dekat rumah orang tuanya di Tripoli.

Penduduk desa asal Abu Hureira , Mishmish di Lebanon itu menolak mengizinkan keluarga datang ke tempat pemakaman desa itu. Beberapa tentara Lebanon yang dibunuh oleh Fatah al Islam berasal dari Mishmsh. (*/erl)