< >

Polres Jember Seriusi Penanganan Pembalakan Liar di Panti

Minggu, 02 September 2007 20:42
Kapanlagi.com - Badan pengawas tenaga kerja di Bahrain, Sabtu, mengundang para pemberi kerja untuk menyerahkan paspor para pekerjanya yang kabur. Kedutaan India, Bangladesh, Pakistan, Filipina, maupun negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, dan Irak, selama September akan mengumpulkan paspor para warganya dari para majikan tersebut, ungkap pernyataan Bursa Tenaga Kerja Bahrain.

Pernyataan yang diterima AFP itu tidak merinci perkiraan jumlah pekerja yang kabur. Pernyataan itu juga menyebutkan, para pemberi kerja tersebut tidak akan didenda atau diberi sanksi jika mereka menyerahkan paspor tersebut.

Badan pengawas tenaga kerja itu dibentuk pemerintah Bahrain dua tahun lalu untuk memperjuangkan tenaga kerja bagi warga Bahrain dan untuk membuat mereka lebih kompetitif dibanding tenaga kerja asing, dengan cara menaikkan pajak perekrutan maupun pajak lapangan kerja kerja untuk orang asing.

Pengangguran telah menjadi masalah utama di Bahrain, satu-satunya negara teluk yang tidak mengekspor minyak mentah. Ekonomi Bahrain bergantung kepada perbankan dan jasa lainnya. Sekitar 250 ribu tenaga kerja asing, kebanyakan dari Asia, bekerja di Bahrain yang punya penduduk sekitar 707 ribu orang. (*/erl)