"Dengan memiliki tim Formula Satu saya lebih bertekad membawa balap itu ke India," kata Mallya, anggota parlemen pemilik grup United Breweries (UB) dan perusahaan penerbangan Kingfisher.
Mallya mengatakan, dia dan keluarga De Mol asal Belanda membentuk konsorsium, Orange India Holdings, untuk membeli tim Spyker seharga US$80 juta dari pembuat mobil olahraga Belanda Spyker.
"Tawaran ini telah disetujui direksi Spyker dan sudah memberikan jaminan khusus kepada konsorsium dan menindaklanjutinya dengan uji kelayakan," kata Mallya seperti dikutip Press Trust of India.
Spyker sudah membeli tim F1 Midland F1 pada 2006 dengan harga US$107 juta, tapi pekan lalu menderita kerugian US$40,7 juta selama kuarter pertama.
Tim F1 Spyker belum pernah meraih poin dalam kejuaraan dunia musim ini.
Mallya mengatakan, tim itu akan segera bangkit kembali.
"Segala sesuatu akan dilakukan setelah berkonsultasi dengan manajemen tim.
"Kami ingin memiliki pembalap India, tapi itu akan tergantung pada masalah lain. Untuk itu kami sudah mencapai konsensus."
Ibukota India New Delhi sudah diberi jaminan akan mendapat giliran menyelenggarakan balap F1 pada 2009 jika bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan dedengkot lomba Bernie Ecclestone.
Ecclestone sering mempromosikan India sebagai pasar masa depan bagi olahraga itu setelah Narain Karthikeyan membalap untuk Jordan pada musim 2005.
Perancang sirkuit Grand Prix, Hermann Tilke, akan berkunjung ke India pekan ini untuk meninjau tiga lokasi tempat pembangunan track F1, kata Mallya. (*/cax)