< >

Operasi Telkomsel di Daerah Timur Merugi

Selasa, 04 September 2007 14:13
Kapanlagi.com - Pengoperasian jaringan telepon seluler Telkomsel di daerah timur Indonesia, seperti kawasan pulau-pulau terpencil di Nusa Tenggara Timur, yang sejak 31 Mei 2007 menjangkau seluruh kecamatan, hingga kini masih terus merugi.

"Tapi itu tidak masalah, karena bisa ditutup dari keuntungan daerah lain. Kami bertekad membantu membuka keterisolasian daerah timur," kata General Manager Regional Sales & Customer Service Bali-Nusra Telkomsel, Hastining Bagyo Astuti di Denpasar, Selasa.

Menjawab pertanyaan ANTARA, disebutkan bahwa pengoperasian jaringan seluler melalui pembangunan stasiun pemancar transmisi (BTS/base transceiver station) di NTT sebagian masih menggunakan energi listrik dari genset.

Untuk membantu membuka daerah NTT dari keterisolasian komunikasi, telah dibangun 236 BTS yang tersebar di 19 kota kabupaten, termasuk meliputi 14 pulau terpencil yang seluruhnya terbagi dalam 192 kecamatan.

Menurut Naning, panggilan akrab Hastining, dari 236 titik pelayanan tersebut, 37 titik diantaranya sepenuhnya mengandalkan genset, dan 40-an titik hanya 12 jam mendapat pelayanan listrik PLN, setengah hari lainnya harus menghidupkan genset.

"Biaya pengadaan minyak solar hingga pengirimannya menggunakan angkutan darat dan laut sampai ke BTS di pulau-pulau terpencil itulah yang membuat mahal. Belum lagi harus ada petugas yang selalu siaga untuk mengoperasikannya," katanya.

Meski begitu, manajemen Telkomsel merasa puas bisa memperkuat jaringan pelayanan di daerah timur, sehingga semakin mampu menunjukkan keunggulan dari sisi kekuatan jaringan/pelayanan.

Dengan perluasan pelayanan jaringan di NTT, warga di daerah itu bisa berkomunikasi dengan sanak-saudara dan mitra bisnis yang tersebar di berbagai daerah dan negara, termasuk para TKI dan TKW.

"Capaian jumlah pelanggan memang belum seperti yang diharapkan. Tetapi tingkat pemakaian atau `belanja pulsa` pelanggan di NTT tergolong tinggi. Sudah mendekati Bali, NTB pun kalah," ucap Naning didampingi Manajer GraPARI Denpasar, Nurcahyo Priyadi.

Dari sekitar 1,7 juta pelanggan Telkomsel di wilayah Bali-Nusra, tidak kurang 500 ribu pelanggan berada di NTT, 850 ribu di Bali dan sekitar 350 ribu pelanggan di NTB.

Sementara secara nasional, Telkomsel kini melayani sekitar 44 juta pelanggan, atau lebih 50 persen dari pengguna seluler di Indonesia. Perintis operator seluler yang 65 persen sahamnya dimiliki Telkom dan dan 35 persen Sing Tel ini, didukung 18 ribu BTS yang mampu menjangkau 95 persen populasi Indonesia.

Seiring dengan kemampuan membangun jaringan terluas dan berkualitas sesuai standar kelas dunia, Telkomsel juga telah memiliki 10.500 titik pelayanan konsumen, terdiri 68 GraPARI, 210 GeraiHALO, 2.300 KiosHALO, 2.950 retail nasional dan 5.000 outlet dealer.

"Maraknya kompetitor dengan berbagai program `serba murah`, tak menggoyahkan fanatisme pelanggan. Buktinya jumlah pelanggan kami terus meningkat. Kami juga terus melengkapi kecanggihan konvergensi IT dan network, dengan mengimplementasikan COC (convergent online charging)," tambah Naning. (kpl/rit)