"Itu apa ya? Bukankah itu seperti rumah penduduk di zaman primitif," kata Maria, ketua delegasi Yunani di Solo, Selasa.
Bagi Maria tumpukan jerami yang tersebar di berbagai sudut benteng itu sangat menarik. Ia bahkan berharap bisa mengintip ke dalamnya. Sekilas memandang, tumpukan jerami itu mungkin dianggap sebagian orang hanya sebagai hiasan etnik, padahal ia memiliki fungsi yang vital.
Direktur Festival Putut H Pramono mengatakan tumpukan jerami itu memiliki ruang kosong di dalamnya dan berfungsi untuk meredam gaung dari suara musik yang sangat keras pada saat festival berlangsung. "Festival berlangsung di ruang terbuka dan benteng ini terdiri dari dinding yang tinggi sehingga apabila musik sudah dimainkan maka akan menimbulkan gaung," katanya.
Selain sebagai elemen pendukung tata suara, Putut tidak menampik jerami itu juga untuk memperkuat unsur artistik. Ia juga menambahkan unsur pencahayaan mengelilingi tembok benteng.
Lampu-lampu khusus itu diletakkan di tanah dan dihidupkan pada senja hari sehingga menimbulkan efek semburat cahaya di dinding. Selain lampu dan jerami kerucut itu, praktis tidak ada lagi hiasan artistik lainnya untuk memperkuat unsur etnik. Putut beralasan benteng itu sendiri telah merupakan ornamen monumental yang kuat.
Benteng Vastenburg adalah bangunan peninggalan Belanda yang dulu digunakan sebagai pusat pengawasan kolonial untuk mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan. Selama puluhan tahun keadaannya tidak terurus meski ia berada di pusat kota Surakarta.
Benteng ini dulu bernama "Grootmoedigheid" dan didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745. Benteng dikelilingi oleh kompleks bangunan lain yang berfungsi sebagai bangunan rumah tinggal perwira dan asrama perwira.
Di sekeliling Benteng Vastenburg terdapat tembok batu bata setinggi enam meter dengan konstruksi bearing wall serta parit dengan jembatan angkat sebagai penghubung.
Setelah kemerdekaan benteng ini pernah berfungsi sebagai kawasan militer dan asrama bagi Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya/Kostrad. Bangunan di dalam benteng dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dengan keluarganya. (*/erl)