< >

Sebagian Parpol Baru Didirikan Orang Oportunis

Selasa, 04 September 2007 19:15
Kapanlagi.com - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Gandung Pardiman menilai sebagian partai politik (parpol) baru didirikan oleh orang-orang oportunis.

"Mereka terobsesi ingin menjadi pimpinan partai. Kalau ingin memimpin partai besar yang sudah ada, seleksi dan mekanismenya ketat, karena itu didirikkan partai baru agar mudah memimpin parpol," katanya di Yogyakarta, Selasa (04/09).

Gandung yang juga Wakil Ketua DPRD DIY mengatakan, munculnya parpol baru tidak merisaukan partai besar yang sudah eksis karena rakyat bisa menilai partai-partai yang bermunculan tersebut.

"Apalagi partai baru juga tidak akan dapat mendukung harapan masyarakat karena parpol itu belum pernah memberi kontribusi terhadap apa yang menjadi keinginan rakyat," katanya.

"Kehadiran parpol baru tersebut tidak masalah bagi partai yang sudah ada selama ini. Mereka bukan ancaman karena pada akhirnya seleksi alam yang akan menentukan keberadaannya," kata dia.

Partai baru tidak akan menjadi ancaman karena tidak memiliki tata nilai dan tata keyakinan yang kuat terhadap kebenaran visi dan misi yang mereka usung.

"Berbeda dengan partai besar seperti Golkar, PDIP, PAN dan PKB yang sudah punya tata nilai dan tata keyakinan sehingga visi dan misinya jelas," katanya.

Menyinggung kemungkinan munculnya parpol baru itu hanya mengharapkan dana menjelang pemilihan umum (pemilu), ia mengatakan tidak ada kaitan dengan bantuan dana.

"Aturan menyebutkan partai yang memperoleh bantuan jika memiliki kursi di DPR atau DPRD. Parpol baru tidak ada kursi, jadi tidak akan dapat bantuan," katanya.

Memang berbeda dengan aturan dulu, setiap partai akan memperoleh bantuan dana menjelang pemilu. "Sekarang tidak lagi," kata Gandung.

Meski demikian, kata dia, kehadiran partai baru sedikit banyak ada pengaruhnya terhadap perolehan suara partai besar, tetapi tidak akan signifikan.

Partai baru memang memungkinkan menggerogoti suara konstituen partai besar, namun jumlahnya tidak akan terlalu banyak

"Saya cuma mengimbau parpol baru, jika nanti tidak disukai rakyat atau tidak dipilih rakyat, jangan kemudian menjadi tirani minoritas yang akan mengacaukan proses pemilu," katanya. (*/lpk)