"Untuk menyelesaikan masalah (perbedaan) tersebut sebaiknya Akbar Tandjung dan M Jusuf Kalla bertemu, dan saya siap memfasilitasinya," kata Malkan Amin di Jakarta, Selasa (04/09).
Sebelumnya muncul polemik atas pernyataan Akbar Tandjung saat ujian desertasi gelar Doktor di UGM yang menyebut bahwa saudagar tidak memiliki visi yang panjang dalam memimpin partai. Pernyataan Akbar Tandjung tersebut seolah ditujukan kepada pucuk pimpinan Partai Golkar saat ini.
Atas munculnya pernyataan Akbar Tandjung tersebut kemudian muncul berbagai reaksi pro dan kontra di internal partai berlambang beringin tersebut.
Untuk itu, Malkan mengaku siap memfasilitasi pertemuan antar kedua tokoh Partai Golkar itu.
Menurut Malkan, ia tidak mempersoalkan isi pernyataan Akbar Tandjung itu dan hanya menyayangkan hal tersebut diungkapkan Akbar dalam forum ilmiah yakni desertasi.
"Yang jadi masalah, pernyataan ini dicatat dan terdokumentasikan serta akan dibaca oleh kader-kader partai atau bahkan orang lain," katanya.
Malkan menilai waktu dan tempat pernyataan tersebut dilontarkan juga merupakan permasalahan tersendiri, yakni dalam sidang mempertahankan desertasinya sehingga semuanya akan menjadi bahan ilmiah.
"Apakah etis hal tersebut diungkapkan oleh Akbar Tandjung yang sebelumnya merupakan Ketua Umum Partai Golkar, yang itu nanti akan jadi bahan kajian para mahasiswa maupun kader-kader," kata Malkan.
Menurut Malkan, apa yang dikatakan Akbar Tandjung tersebut bukan merupakan salah ucapan namun telah dipikirkan karena terdokumentasi dan dicatat dalam disertasinya sehingga Malkan merasa terkejut ketika mendengar pernyataan Akbar Tersebut.
Malkan mengakui bahwa sebagai kader partai selama ini ia mengagumi Akbar Tandjung yang selalu mengkampanyekan politik adalah mengembangkan persahabatan.
"Akbar Tandjung itu idola saya, pemimpin saya. Dulu Akbar selalu katakan politik itu tumbuhkan persaudaraan. Tapi tiba-tiba muncul pernyataan seperti itu dan saya jadi terkejut, kaget," katanya.
Lebih lanjut Malkan mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan pernyataan tersebut, karena sebagai tokoh partai harusnya Akbar juga mempertimbangkan pengaruhnya ke kader-kader di bawah.
Pada bagian lain, Malkan mengatakan tidak bisa memprediksikan apakah pernyataan Akbar tersebut akan menimbulkan perpecahan di kader bawah.
Menurut dia, mungkin saja Akbar Tandjung tidak bermaksud untuk membenturkan atau melakukan perpecahan.
"Kalau Akbar Tandjung mau lontarkan kritikan silahkan saja. Tapi kalau sampai menyebabkan perpecahan itu yang jadi masalah," kata Malkan.
Malkan mengakui bahwa disetiap internal parpol selalu ada benih perbedaan. Namun benih perbedaan itu harus diselesaikan di dalam dan tidak sampai menimbulkan perpecahan. Hal itulah yang harus disadari oleh setiap kader partai. (*/lpk)