
Secara jujur Ki Gendeng mengungkapkan, kesepuluh syair lagu tersebut merupakan hasil perenungan secara sadar kalau dunia yang selama ini ia geluti selalu dekat dengan aroma mistik terutama santet. Maka saat berada di tanah suci, dia sadar tidak bakal masuk surga. Karena setiap hidup manusia pasti akan berakhir dan ada hitung-hitungannya, maka ia menyadari akan hitungan-hitungan tersebut.
"Saya pasrah dan yakin tidak bakalan masuk surga," tandasnya. Pun begitu, Ki Gendeng secara gamblang mengaku susah menghentikan kebiasaan menyantet orang.
"Saya tidak bisa mengubah alur hidup saya," ujarnya diplomatis. Dua tahun lalu, ia pernah mencoba menghentikan kebiasaan tersebut, tapi tetap tidak bisa. Malahan kondisi badan tak beraturan, bobot badan menyusut tajam dari 80 kg menjadi 60 kg. "Rasanya tersiksa," ujarnya lagi.
Kalau tak ada aral melintang setelah album ini beredar luas, 10 hari setelah Hari Raya Idul Fitri, Ki Gendeng berencana meluncurkan album Serat Jiwa yang berisi syair nakal berbau politik. (kpl/wwn)
Lihat Profil: Deddy Dhukun