< >

Kembangkan Jarak, Korsel Kucurkan Dana US$30 Juta

Rabu, 05 September 2007 09:58
Kapanlagi.com - Korea Selatan menyediakan dana investasi US$30 juta untuk mengembangkan energi alternatif dari tanaman jarak (Jatropha curcas).

"Investasi Korea berupa penanaman tanaman jarak dan pengadaan mesin merupakan kerjasama dengan Dekopin," kata Ketua Bidang Fasilitasi Keuangan dan Permodalan Dekopin, Bambang Suharto di sela Sosialisasi Program Aksi Dekopin 2005-2009 di Manado, Sulut, Selasa.

Tahap pertama investasi Korea tersebut berupa penyediaan mesin-mesin pengolah buah jarak ditambah pengadaan benih unggul sebesar US$5 juta.

"Benih jarak akan diserahkan kepada petani untuk ditanam di lahan kering yang tidak dimanfaatkan budidaya pertanian dan perkebunan selama ini," kata Bambang.

Setelah tanaman tersebut berbuah, maka Dekopin bersama dengan investor Korea akan membeli buah jarak untuk selanjutnya diperas dan bila sudah menjadi minyak dipasarkan ke Biomas Korea.

Bambang mengatakan, saat ini sudah sebanyak 2.000 hektar lahan kering ditanami di Nusa Tenggara Barat (NTB) selanjutnya akan terus dikembangkan di daerah lainnya di Indonesia.

"Ada sekitar 20 juta hektar lahan kritis di Indonesia yang bisa dioptimalkan untuk ditanami jarak, untuk itu maka Dekopin menghimpun selain investor asing juga Badan Usaha Milik Negara serta menggerakkan 136 ribu koperasi di Indonesia," kata Bambang.

Pengembangan energi alternatif merupakan salah satu program aksi Dekopin dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah mencari alternatif bahan bakar minyak yang semakin berkurang.

"Dekopin mendukung kebijakan yang bertujuan mengembangkan sumber energi lain untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi tidak terbarukan," kata Bambang.

Masalah pasaran minyak jarak bila sudah dikembangkan secara luas, kata Bambang tidak menjadi masalah, sebab Dekopin sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pertamina maupun PLN.

Bambang mengatakan ada lima program aksi Dekopin 2005-2009, yakni program dukungan ketahanan pangan nasional, program bio energi, program perumahan, program keuangan mikro dan koperasi serta program e-commerce Dekopin.

Kepala Dekopinwil Sulut, Eddy Sepang saat ditemui terpisah, mengatakan, Sulut siap juga mengembangkan tanaman jarak dengan memanfaatkan lahan-lahan kritis, dan gerakan koperasi diharapkan dapat menjadi pelopor penciptaan kemandirian energi di tingkat pedesaan. (kpl/rit)