Deputy General Manager Kantor Daerah Telekomunikasi Bali, I Gede Negara, di Denpasar, Rabu mengatakan, dari jumlah pelanggan tersebut 70 persen diantaranya pengguna Flexi Trendy (prabayar) dan 30 persen Flexi Classy (pascabayar).
"Kami terus berupaya memberikan pelayanan terhadap pelanggan dengan penambahan Base Tranceiver Station (BTS) untuk perluasan jaringan. Pada Selasa (4/9) kemarin, kembali meluncurkan satu BTS di Kabupaten Bangli," katanya.
Menurut Negara, untuk memberikan layanan pelanggan itu, pihak Telkom hingga kini baru membangun BTS sebanyak 12 unit yang ada di kabupaten dan kota di Bali dari target 41 unit hingga akhir 2007.
Dengan pembangunan BTS secara bertahap itu diharapkan signal akan lebih luas. Sehingga rencana jangkauan untuk pelayanan di semua kecamatan di Bali ke depan segera terwujud, ucapnya.
Unit Flexi berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, terlebih kompetitor operator telepon CDMA dan global system for mobile communications (GSM) di tanah air semakin banyak. .
Ia mengakui, untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat memerlukan dana infrastruktur yang tidak sedikit, karena tidak semua tower milik Telkom dapat dipasangi perangkat alat telepon seluler.
"Kalau tower yang ada selama ini tidak memungkinkan untuk pemasangan perangkat telepon seluler, tentunya pihak Telkom harus membangun lagi," jelasnya.
Bahkan Flexi harga pasti bikin hemat yakni diskon rata-rata 40 hingga 80 persen untuk panggilan sesama Flexi baik lokal, SLJJ maupun lewat layanan pesan singkat (SMS).
Dicontohkan diskon tersebut pada kartu Flexi Trendy panggilan sesama Flexi hanya Rp49 per menit awalnya Rp260 per menit, SMS Rp100 per SMS sebelumnya Rp350 per pesan. (kpl/rit)