"Langkah awal sebelum pembagian secara keseluruhan dilakukan sosialisasi. Pada sosialisasi program konversi minyak tanah ke gas elpiji yang dilaksanakan bulan September 2007 di lima kecamatan di Kota Semarang akan dibagikan sekitar 50.000 unit kompor dan tabung gas elpiji isi 3 kg," kata Kusnendar, Manajer Gas Domestik Region III Jateng-D.I.Yogyakarta di Semarang, Rabu.
Kelima kecamatan itu meliputi Kecamatan Tugu, Ngaliyan, Gajahmungkur, Semarang Barat, dan Semarang Utara.
Menurut dia, data referensi penduduk Kota Semarang yang akan memperoleh bantuan kompor dan tabung gas elpiji itu bukan angka pasti, artinya, bisa saja angka itu naik, sama atau kurang dari jumlah itu.
"Dalam hal ini peranan pengurus RT/RW mengajukan data warganya yang akan memperoleh bantuan harus tepat sasaran, artinya, yang diajukan haruslah warga kurang mampu," katanya.
Mengenai jaminan ketersediaan stok gas setelah semua penduduk kurang mampu di Kota Semarang memperoleh kompor dan tabung gas, ia mengatakan, tidak ada masalah karena semua sudah diantisipasi oleh pemerintah.
Untuk mewujudkan hal ini, 29 agen dan 700 pangkalan minyak tanah yang tersebar di Kota Semarang, nantinya akan menjual sekaligus gas elpiji pada tabung ukuran 3 kg.
Tabung gas elpiji ukuran 3 kg jika dipergunakan untuk keperluan sehari-hari di tingkat rumah tangga akan habis dalam waktu 7-8 hari.
"Jadi jaminan ketersediaan gas itu ada dan tidak masalah. Mengenai harga eceran tertinggi (HET) gas di tingkat agen untuk tabung gas isi 3 kg sekitar Rp12.750,00," katanya dan menambahkan, jika sampai tingkat pengecer harganya mencapai Rp13 ribu hingga Rp14 ribu masih dalam batas kewajaran. (kpl/rit)