KL Favorit
Musik
Blog Selebriti
Bursa MobilWakil Sekjen Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryono Darudono, di Medan, Jumat (7/9), mengatakan, tingginya pengangguran menunjukkan Indonesia tidak menarik bagi investor sebagai tempat investasi yang berakibat pada tidak berjalannya sektor riil.
Menurut dia, tidak menariknya Indonesia sebagai tempat investasi karena dipicu banyak hal, mulai dari infrastruktur yang tidak memadai hingga birokrasi perizinan yang masih berbelit.
"Bagaimana investor baru mau masuk atau pengusaha mengembangkan investasinya kalau listrik dan gas sulit didapat seperti saat ini," katanya di sela-sela rapat tahunan Apindo Sumut.
Dia tidak merinci data pengangguran di ASEAN, tapi di Indonesia disebutkan sekitar 40-jutaan bahkan lebih, karena tahun ini jumlahnya semakin bertambah menyusul banyaknya industri yang melakukan PHK menyusul kesulitan gas dan listrik.
"Pemerintah diharapkan melakukan tindakan nyata untuk mengatasi angka pengangguran itu karena pengangguran itu berdampak luas seperti kepada tingginya tingkatan kriminalitas," katanya.
Sekretaris Umum DPD Apindo Sumut, Laksamana Adiyaksa, mengatakan di Sumut, tahun ini PHK terjadi pada ribuan tenaga kerja menyusul krisis listrik dan gas yang masih berlanjut.
PHK, katanya terbesar terjadi pada industri sarung tangan karet dan keramik yang memang menggunakan atau memerlukan gas dalam volume yang besar.
"Krisis listrik dan gas sudah bola-balik diprotes dan dibicarakan Apindo dengan instansi terkait, tapi sampai saat ini masih belum ada solusi yang konkrit sehingga ancaman PHK masih terus berlanjut di Sumut," katanya. (*/bun)